Holiday is just for loser

Oktober 12, 2009

Setelah berhasil melewati hari ini, Gw jadi teringat salah satu quote dalam film A Good Year yang dibintangi oleh Russel Crow. Quote yang sama dengan judul note Gw kali ini.

Hari ini adalah hari minggu, dan Gw tetep gawe ngurusin kerjaan kantor ampe sore. Begitu juga dengan sabtu kemaren, beban pekerjaan malah puncaknya pada sabtu kemaren.

Mungkin orang yang ngelihat Gw beranggapan bahwa Gw adalah orang yang workaholic. Gw jawab dengan tegas “Gw bukanlah seorang workaholic!!!”
Karena workaholic memiliki unsur konotasi bahwa seseorang tidak bisa melepaskan diri dari pekerjaannya. Dan ada kencenderungan addicted. Sedangkan Gw engga.

Gw sangat menikmati segala macam urusan yang gw kerjakan hari sabtu dan minggu ini. Gw memilih melakukan ini dengan sangat sadar dan ingin menantang diri Gw sendiri.
Mulai dari training untuk reporter baru, menyelenggarakan streaming video seharian acara ITB, memastikan video liputannya juga jalan. Bahkan Gw masih sempat bersenang-senang dengan teman yang datang dari Bogor.

Bisa saja Gw memilih untuk tetep libur, tapi itu berarti Gw menunda pekerjaan atau bisa jadi malahan menjadikan liburan sebagai pelarian Gw dari beban pekerjaan.

Sangat tidak mengenakkan rasanya, tidak menuntaskan urusan yang sebenernya bisa dikerjakan dan selesai saat itu juga.

Makanya saat orang-orang menanyakan, “koq minggu masih aja kerja, Mus?”

Dengan tulus Gw jawab, ” Holiday is just for loser.”

Dan kabar baiknya. Gw ampe 2 minggu yang akan datang sepertinya masih tidak berlibur. Gw sudah memiliki rencana melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat Gw sukai.

Yah hitung-hitung mumpung masih muda.. Mari terus berkarya

Coklat bagi orang-orang sekitar saya

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Beberapa waktu lalu saya melakukan riset kecil-kecilan tentang pola konsumsi coklat di orang-orang sekitar saya.

Hal ini saya lakukan karena coklat adalah salah satu bahan makanan favorit untuk saya konsumsi. Baik dalam bentuk makanan atau minuman, sedangkan coklat dalam bentuk bahan tambahan untuk sebuah makanan saya tidak terlalu suka.

Dahulu saya percaya bahwa setiap orang pasti suka coklat, dan wanita adalah fans berat coklat.
Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan para wanita yang tidak menyukai coklat. Dan saya sangat terkejut, ternyata ada ya wanita yang tidak menyukai coklat. Wah salah dong Axe bikin produk parfum pria dengan tema coklat, pikir saya.

Dan saya pun melakukan riset iseng dan sederhana dengan cara mewawancara orang di sekitar saya maupun yang secara tak sengaja saya temui tentang bagaimana mengkonsumsi coklat.

Hasilnya ternyata orang-orang kebanyakan hanya menganggap coklat adalah makanan manis. Sangat sedikit orang yang dengan sadar mengkonsumsi coklat karena ingin merasakan efek-efek yang terkandung di dalamnya. Jadi dalam hal ini posisi coklat tak jauh beda dengan permen.

Penikmat coklat dalam bentuk minuman juga sangat sedikit. Di indonesia coklat sebagai minuman hangat nampaknya masih kalah populer dibandingkan dengan kopi.

Dan yang paling akhir, orang-orang yang paham betul tentang coklat ternyata sangat sedikit sekali. Bagaimana sejarah coklat, yang katanya pernah menjadi sajian khusus kerajaan di jaman Aztec. Tentang manfaat dari zat-zat yang terkandung dalam coklat dan efek yang ditimbulkan. Bagaimana coklat dari sebuah pohon bisa menjadi coklat batangan. Bahkan sampai jenis-jenis coklat hampir tak ada orang yang benar-benar tahu.

Entah kebetulan atau bukan, beberapa hari setelah saya selesai melakukan riset kecil-kecilan ini. Ada teman saya yang “membawa” banyak sekali coklat ke kantor dan terbentuklah budaya makan coklat setiap hari di kantor. Senang rasanya melihat orang mengkonsumsi coklat. Dan biarkan efek aphrodisiac mempengaruhi kami.

Yah setidaknya coklat bukanlah barang langka maupun barang terlarang di sini

Salah satu alasan pria tak suka masak

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Yang namanya orang pengen ngebantu harus difasilitasi. Gw suruhlah dia untuk memotong-motong cabe. Setelah Gw kasih petunjuk cara memotong yang benar, dia nampaknya mulai menikmati tugas memotong cabenya itu.

Namun malapetaka itu kemudian terjadi. Membuat trauma yang sangat mendalam. Yang mungkin membuat dia tak akan mencoba untuk membangtu memasak lagi.

Saat dia telah memotong sekian banyak cabe merah. Tiba-tiba dia pergi meninggalkan dapur. Selang beberapa saat dia kembali lagi ke dapur dan akan melanjutkan memotong cabenya.

Tapi dia merasakan hal yang aneh, “sgghh…. aduh…duh.. koq panas ya?” ujar dia.

Gw yang sedang mengolah bumbu yang lain bingung, “Apaan yang panas?”

“sgghhh ini gw, aduuuhh… paaannaaaasss…!!!” kata temen gw sambil menunjuk ke arah celananya tepat di antara kedua pahanya.

Langsung meledaklah tawa Gw, “hahahahhaaha..!!! Men, Lu habis kencing ya? Makanya klo kencing cuci tangan dulu. Kena cabe dari tangan lu tuh… hahahahahha”

Temen gw masih meringis kepanasan,”Trus gimana nih?”

“Udah cuci sana, trus ganti celana pendek biar sirkulasi udaranya lancar,… hahahahaha”

Langsung temen gw berlari ke kamar mandi dengan gaya jalan yang agak aneh hahahahahahha

Love is heaven and hell

September 12, 2009

Leo : Love is heaven and hell
Kako: where’s my heaven?
Leo : with me.
Kako: where’s my hell?
Leo : when we’re together
Kako:….

dikutip dari Mahadewa Mahadewi karya Nova Riyanti Yusuf

Memasak Sahur

September 4, 2009

Gw suka memasak. Karena memang itu hobi Gw yang sebenernya. Perihal Orang lebih mengira Gw hobi makan, sebenernya itu sekedar efek samping hobi Gw yang suka memasak, melihat orang masak, mengamati jenis-jenis masakan, sampai dimasakin orang. Yang ujung-ujungnya jadi laper dan sering makan deh hahahaha.

Di bulan puasa kali ini Gw sangat terfasilitasi untuk menyalurkan hobi Gw untuk memasak. Sudah seminggu ini tiap hari Gw memasak di rumah untuk makanan sahur anak-anak kontrakan.

Awalnya agak males juga. Tapi klo yang namanya Hobi ga ada kata males hahahaha…
Mulai dari Nasi Ayam siram, Tempe Mendoan, Ayam Bawang, Kare Ayam, Ikan Goreng, Sarden, Pizza Mie, Kentang Puree, Omelet Keju, Sop Ayam sampai Pancake sudah pernah dicoba…

Untuk rasa, awalnya gw tak peduli nantinya enak ato engga. Yang penting Gw doyan, eh ternyata tangepan dari anak-anak pada suka.. hahahahah seneng rasanya klo ada yang bilang. “Wah manteb Men..” ato “Kerasa banget nih bumbunya…”

Dan sekarang kayaknya anak-anak rumah sudah mulai terbiasa dengan masakan Gw. Selalu Gw bangun sahur awal atau dibangunkan terkadang, untuk mulai memasak. Serasa Bapak Rumah Tangga gini. hihihihihiihi…

Yah klo dipikir-pikir selain menyalurakan hobi dan bisa mengurangi stress, Gw percaya masak bisa mengurangi stress, banyak juga lho manfaat yang gw dapet.
- Ga perlu repot-repot beli makan di kala menjelang sahur, rumah Gw yang di ujung bukit Awi Ligar sangat jauh dari pusat jajanan manapun.
- Bisa mempelajari dan merasakan suka duka memasak. Dan jadinya bisa menghargai klo dimasakin istrinya kelak… cieeeee… hahahahaha jauh banget mikirnya hahahahaha
- Belanja bahan untuk memasak juga memberi manfaat tersendiri ternyata, selain bisa untuk alesan jalan-jalan dan cuci mata(karena kami selalu belanja di Griya hehehehehe). Ternyata belanja juga ada seni nya tersendiri.
- Dan dengan memasak sendiri bisa memutuskan pola makan yang diinginkan seperti apa. Misal hari ini ayam, besok sayur, besoknya lagi ikan, trus sayur lagi, trus protein nabati dan seterusnya. Wah bisa makin sehat nih :D

Hmm.. nanti masak apa ya? kayaknya Ayam Teriyaki aja deh hehehhehe…

“Kamu sudah siap menikah, Mus?”

Agustus 30, 2009

“Kamu sudah siap menikah, mas?”

Apaa??? pertanyaan macam apa ini?

OK, Gw cowok usia matang. Berpenghasilan sendiri, dengan hidup yang cukup sejahtera, dan wajah rupawan tentunya hahahahahaha…..

Tapi apa hak dia memberikan pertanyaan itu? Dia bukan Ibu, sodara ato keluarga Gw.
Dia hanya seorang wanita menarik yang belum tentu cantik (bagi Gw menarik adalah tampak luar, cantik harus diselami luar dalam hiihihihihihihi….). Yang mampu mencuri perhatian mata Gw selama beberapa pertemuan, dan mendorong mulut Gw untuk melancarkan rayuan dan godaan. Yah hal wajar yang akan dilakukan seorang pria normal hehhehehee…

Dan tiba-tiba muncullah pertanyaan itu.
sejenak Gw berpikir, apa yang sebenarnya dia maksud dengan pertanyaan itu.
1. Dia tahu Gw tertarik dengan dirinya
Asyiikkkk, gayung bersambut
2. Dia ingin tahu niat Gw yang sebenarnya
Niat Gw adalah, ingin berkenalan lebih jauh dengan sosok perempuan menarik itu.
3. Dia hanya ingin didekati oleh Pria yang mau menikahinya
Gila apa? Mana ada orang yang langsung pengen menikah begitu melihat sekilas. Wah ini yang namanya budak nafsu.

Pernah Gw dikasih tahu ama temen, “Cewek itu suka yang aman, Mus. Bahkan ada iklan kondom pake quote ini kan”

Nah balik ke pembahasan yang no 3. Perempuan ini ingin memastikan dia membina hubungan dengan pria yang kelak akan dinikahinya.

Pernikahan bagi pria adalah sebuah komitmen yang sangat serius. Yang untuk menyatakan bahwa dia siap menikah, berarti sudah memiliki perencanaan yang matang. Termasuk mengenal calon istrinya terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukkan dalam perencanaannya itu.

Nah jika seorang perempuan, menanyakan komitmen pernikahan kepada pria pada saat belum saling mengenal dengan baik. Hal ini sama saja dengan mengajak sang pria untuk membuat komitmen instan. Tanpa perencanaan. Yang tinggal seduh, klo ga cocok tinggal buang.
Jadi di mana letak kondisi “aman” dari pertanyaan ini. Justru malah menjebak ke sesuatu yang berbahaya bagi mereka.

Analogi gampangnya gini:
Cowok: “Emm.. boleh kenalan? nama saya Cowok”
Cewek: “Saya hanya mau berkenalan dengan pria yang mengajak saya menikah. Bagaimana?”
Cowok: “Hmm.. boleh saya siap”
Cewek: “oh bagus kalau begitu. Nama saya Cewek”
Cowok: “karena saya sudah mengenal nama kamu. Mari kita ke KUA. Kita menikah sekarang”
Nah lho… bingung kan

Akhirnya setelah Gw cerna baik-baik pertanyaan itu, Gw jawab. “Aku masih berencana nikah 2 tahun lagi paling cepat”
Ini jawaban jujur guys. Gw sudah membikin plan dalam hidup Gw.

Tapi di kala yang sama, semua ketertarikan Gw terhadap perempuan itu sirna. Perempuan itu dangkal. Dan seberapa menariknya perempuan, kalau dia dangkal bagi Gw dia tidak cantik.

APHRODISIAC

Agustus 26, 2009

Semenjak Senin kemaren, ada sesuatu yang berbeda setiap gw ke kantor. Suasana yang hangat, sesuatu yang membuat orang sekantor menjadi semangat. Terasa sekali ada yang membuat orang menjadi gembira, penuh gairah.

Awalnya Gw mengira ini adalah aura ramadhan di kantor. Maklum, hari senin kemarin adalah hari pertama Gw masuk kantor di bulan puasa ini.

Tapi ada yang berbeda, gw merasakan suatu perasaan yang familiar. Sama seperti saat gw menikmati sebatang coklat. Gairah dari serotonin di otak yang terangsang, dicampur efek dopamin yang memberikan kenyamanan dan kenikmatan hasil dari phenylethylamine. Perasaan inilah yang menyebabkan coklat sering disebut sebagai aphrodisiac yang berarti penstimulus perasaan jatuh cinta.

Ok tunggu,.. perasaan jatuh cinta??

Seketika itu pula Gw layangkan pandangan ke satu per satu rekan kantor Gw.
Dan akhirnya Gw temukan sumber dari penyebar aura unik ini. Rekan yang duduk di sebelah meja Gw, SEDANG JATUH CINTA!!!.. Ahaaaaa…!!!! teriak Gw dalam hati

Dari mana Gw tahu?…

Kentara bangetlah dari cara dia tersenyum, guratan mukanya, aroma dan segala macam yang terpancar dari tubuhnya. Gw sebagai orang yang pernah jatuh cinta tentu sangat familiar dengan gejala ini. Jika kalian mau sedikit memperhatikan dan merasakan, tak akan sulit mendeteksi orang yang sedang jatuh cinta hahahahah..

Langsung Gw dekati temen Gw yang menjadi tersangka, sebagai orang yang jatuh cinta. Gw lirik di laptopnya. Ternyata dia sedang chatting dengan seorang wanita, yang kebetulan gw kenal pula. Gw perhatikan gerak-gerik tubuh dan raut mukanya setiap dia menerima pesan dan mengirim pesan saat chatting.
Dengan tersenyum Gw tegur dia, “Mbang, Lu sedang jatuh cinta ya?” (Mbang: kependekan dari Kumbang, bukan nama sebenernya. Bukan pula kependekan dari Bambang hahahahaha…)

Kagetlah si Kumbang. Langsung dia salah tingkah dan semakin mendukung bahwa tebakan Gw benar… hahahahhahaa…

“Siapa sih?” lanjut Gw melakukan selidik “Pantesan kemaren Lu dikenalin ke cewek adem ayem aja.. ternyata… hahahaha”
“Jadi dia Mbang?” Gw terus meningkatkan tensi interogasi sambil menunjuk lawan chattingnya… hihihihihi

“Jadi dia nih orangnya”, sambil gw tunjuk lawan chattingnya

Saat itu juga darah yang dipompa di jantungnya meningkat, menyebabkan muka Kumbang jadi merah merona. Hahahahahaha…..
“Selamat, Men. Selamat berjuang untuk menyatakan cinta” hahahhahaa…

Hari Sepatu Baru

Agustus 16, 2009

Matahari terik tengah hari sudah mulai jatuh…

Dito nampak berjalan sendirian dari ujung jalan kampung dengan langkah lebar dan tersenyum riang.
Hari ini dia ingin membeli sepatu.
Digenggam eratnya kantong berisi uang dari celengan ayamnya yang tadi pagi dia pecahkan. Celengan yang berusia satu tahun itu telah penuh uang dari hasil kerja kerasnya membantu di toko kelontong Pak Wahyu.

Tak sabar rupanya Dito ingin segera sampai di toko Sepatu yang terletak di pojok pasar. Sudah terbayang olehnya dia akan memilih salah sepatu yang paling bagus dan bisa dia pamerkan ke teman-temannya.
Tiba-tiba lamunan Dito buyar saat melewati sebuah rumah.

Dilihatnya ada seorang anak perempuan duduk termenung dengan wajah cemberut di depan teras rumahnya. Anna namanya. Mereka sudah saling kenal karena tinggal di kampung yang sama.

Memang Dito adalah seorang anak yang selalu ingin tahu. Dihampirinya Anna, lalu Dito menanyakan sedang apa Anna duduk di depan teras rumahnya.
Masih dengan wajah cemberut, Anna bercerita bahwa dia bosan di rumah dan tak ada orang yang bersedia menemaninya berjalan-jalan.
Tiba-tiba terbersit ide di kepala Dito untuk mengajak Ana menemaninya membeli sepatu.
Kali ini Anna menanggapi dengan mengangguk penuh semangat dan senyum menghiasi.

Berjalanlah kedua anak itu ke pasar, menuju toko sepatu yang terletak di pojok pasar. Kata para orang tua toko sepatu itu sudah ada sejak jaman perang. Di toko itulah dahulu para tentara membeli sepatunya, oleh karena itu bangunannya tidak dirusak selama perang terjadi. Dan bangunannya masih kokoh sampai sekarang.

Memasuki pintu toko itu, aroma sepatu baru langsung tercium. Dito pun jadi semakin semangat dan melihat sekeliling. Tersenyum Anna melihat tingkah Dito yang sedang bersemangat.
Dito menghampiri penjaga toko, ditanyakannya dimana dia bisa melihat sepatu dengan model terbaru. Dengan sabar sang penjaga toko mengantarkan ke rak sepatu yang bertuliskan “Sepatu Baru”. Seketika itu pula Dito melihat sebuah sepatu yang sangat unik di ujung kanan atas. Matanya tak bisa lepas memandang dari sepatu itu.

Sepatu itu model boot kulit, Coklat pohon eik warnanya, dengan sol karet yang tebal berawarna putih, dan memiliki tali setebal kabel berwarna putih. Yang membuat unik model itu adalah ukurannya yang sangat besar dibandingkan sepatu-sepatu lainnya.

Penjaga toko yang telah menjaga toko itu berpuluh-puluh tahun, sudah sangat akrab dengan reaksi pembeli yang demikian. Diambilnya sepatu itu, bahkan sebelum Dito sempat menunjuknya, dan diberikan pada Dito. Tak lupa sang penjaga toko menambahkan rayuan bahwa sepatu ini sangat cocok dipakai oleh anak yang bersemangat.

Dito awalnya ragu, apakah sepatu itu tidak terlalu besar bagi kakinya. Namun sang penjaga toko memaksa Dito untuk mecobanya dahulu. Dan, Ajaib!!! Meski dari luar nampak sangat besar ternyata ukuran bagian dalamnya sangat pas buat Dito. Dito pun mencoba memakainya berkeliling toko sambil tersenyum-senyum. Tertawalah Anna dan penjaga toko melihat Dito yang kegirangan.

Sepatu itu baru datang di toko itu hari ini, kata sang penjaga toko. Dan karena hari itu juga sepatu itu sudah menemukan calon pemiliknya, maka diberikanlah diskon 10% untuk Dito. Segera diserahkan sekantong uang Dito kepada penjaga toko. ternyata masih bersisa.

Dito pun keluar toko dengan langsung memakai sepatu barunya. Dia terus bertanya kepada Anna bagaimana penampilan dia dengan sepatu barunya. Anna menjawab bahwa Dito nampak seperti orang yang sangat bersemangat dengan sepatunya itu. Terbahak mereka berdua.

Saat pulang, Dito mengajak Anna untuk mampir makan es krim di toko tak jauh dari tempat membeli sepatu tadi. Karen uangnya masih bersisa, maka hari itu Dito mentraktir Anna semangkuk es krim. Senang sekali Anna bisa menikmati es krim vanila yang sangat lezat.

Dan hari ini Dito senang dengan sepatu barunya, dan Anna gembira bisa berjala-jalan dan menikmati es krim vanila

Persiapan Ceunah

Agustus 9, 2009

Ini beberapa tahun yang lalu….

Temen gw menghempaskan diri duduk di kursi sebelah gw yang sedang nonton TV. Sebuah kejadian biasa yang sehari-hari terjadi di kosan gw. Tapi perbincangan kami selanjutnya sungguh hal yang luar biasa, meskipun tak semenggemparkan berita pengeboman teroris, tapi cukup menggetarkan hati Gw.

“Mus, terakhir kita maen dulu itu kapan sih?” temen gw bertanya sesaat setelah duduk.

“Maen…? Maen PS? Tadi malem juga maen… Masih penasaran ceritanya. Tapi Gw lagi ga mood ah” Jawab gw ngasal sambil tetep megang remote dan ngeganti-ganti channel TV Kosan

“Ah sial.. bukan maen PS dodol. Kita jalan keluar malem itu kapan sih… Sabtu ato minggu sih..?” Ternyata dia sangat penasaran tentang sesuatu.

“Oh itu,.. waktu ama G**** dan K**** juga kan. Sabtu klo ga salah..” Gw masih agak-agak ngasal jawabnya.

“Ah yang serius dong, gw lagi ngitung-ngitung nih…” seraya tangan temen Gw menarik pundak Gw. Wah lagi minta diperhatiin nih anak.

“Lu kenapa sih..? bulanan lu telat ya.. hahahha…” Ok gw kasih dia perhatian, tapi tetep dengan bumbu becandaan tentunya..

“Enak aja. Gini Men, kan pas terakhir jalan itu Gw minum tuh. Nah sekarang gw sedang ngitung..” Emang temen gw yang satu doyan minum, tapi ga sampai jadi hobi pemabok hehehehe.. tapi menarik nih, ga biasanya dia concern ama hal ini. Biasanya maen tenggak aja nih anak. Tapi di luar itu dia temen yang baek, dan sampahnya lagi dia pinter banget cenderung jenius malah. Pernah dia suatu saat menjelang ujian, bukannya belajar, eh malah minum-minum. Tapi ujian keesokannya dia termasuk dalam 10% orang yang tertawa-tawa saat keluar ruang ujian.

“Ha ngitung apaan? Lu lagi kehabisan duit buat beli minuman ya.. udahlah… ga baek tuh minum-minum, tanya aja balita anak tetangga sebelah juga tahu Men. Hihihihihi”

“Iya.. mangkanya gw itungin sekarang. Klo hari sabtu, berarti pas hari Jum’at nanti pas 40 hari, sedangkan Klo kita jalan itu Minggu berarti Pas Jum’at nanti masih 39 hari…” Makin aneh nih temen gw, sedang mabok ga nih anak. Tapi perasaan klo dia minum ga pernah sampe mabok ah..

“Lu kayak dukun aja ngitungin hari, emang Jum’at ada apaan?” Penasaran bener Gw

“Men Jum’at 2 minggu lagi kan mulai puasa, Men. Katanya klo minum kan ga diterima ibadahnya 40 hari. Ya gw harus ngitung sekarang..” dia mengucapkan hal itu dengan nada yang datar dan wajar. Seolah kata-katanya keluar dari mulut seorang anak kecil.

JLEBBBB!!!

Ternganga seketika mulut Gw untuk sepersekian detik.. Kesambet malaikat dari mana nih anak. Sekaligus gw ngerasa malu, anak bengal dan tak beradab macam dia masih inget romadhon kapan mulai, sedangkan Gw yang lumayan beradab dan percaya Allah, lupa.

“Yah Gw mau persiapan aja sih. Gw pengen puasa Gw lengkap sekarang. Kebanyakan dosa nih, Gw kayaknya.”

JLEBBBB!!! JLEBBB!!!! Sekali lagi.. JLEBBBB!!!!

Tambah tersepetlah Gw. Gw yang selama ini merasa lebih beriman daripada dia, bahkan sama sekali ga mikir persiapan untuk menyambut Romadhon. Ahh… sumpah malu banget Gw malam itu…

“Emmmhh… Gw inget bener hari itu sabtu koq. Waktu itu Gw jalan ama kalian setelah nganterin F*** ke travel soalnya. Yakin Gw…” Itu jawaban Gw.

“Oh baguslah. Tenang Gw sekarang… Eh masjid di deket sini sebelah mana sih? Biar gw bisa scouting dulu tempat asyik buat tarawihnya” Dia bertanya lagi dengan polos.

“Hahaha.. itu masjid di bawah ada dibelakang rumah Pak RW, di atas juga ada tapi agak jauhan dikit. Mangkanya Jumatan Men…!!”

“Hahahaha.. iya ntar scoutingnya sekalian pas Jumatan”

Ini ‘Men Rule’, men

Agustus 9, 2009

“Ngapain sih lu susah banget diajak rapat sambil makan siang kemaren?” tanya temen sekantor gw, ke gw.

“Ooh gw tahu.. Lu makan siang dengan cewek mana lagi sekarang?” teman gw masih melanjutkan pertanyaan isengnya mengarah ke investigasi rupanya… hehehehe

Tapi gw hanya tertawa menyambut pancingannya, gw pengen maen save klo lagi ngobrol ama biang gosip a.k.a baligho berjalan semacam temen gw yang satu ini. Soalnya begitu keceplosan gw ama siapa. Bisa-bisa di hari itu 40% temen gw mendengar gosip tentang gw yang sedang deket ama siapa, padahal itu belum tentu benar.

“Ah klo udah untuk urusan cewek aja elu selalu bela-belain jungkir balik. Sama kayak temen kita ‘yang satu itu’, yang bela-belain ganti hape jadi BB kerena ada cewek yang dideketin pake BB juga, bahkan sampe dibela-belain jual E90 nya. Katanya Men Rule?.. men rule apaan tuh klo kayak gitu?”
nah nampaknya pancingannya sudah gagal dan dia berganti topik, tentang ‘men rule’ hihihihi

Baru gw merasa save dan unjuk bicara…
“Wah beda Bos, ini tahapan dalam rangka mencapai men rule.” tanggepan gw untuk menyemarakkan obrolan siang tak penting ini

“Sama aja.. Kalian aja yang selalu manas2in Gw. men rule.. men rule.. ah apaan..”

Geli gw ngeliat dia bicara sangat emosional tentang topik ini. Kayaknya dia sangat tertekan dengan cap pria yang tak bisa menegakkan ‘Men Rule’

“Gini bos, yang gw lakuin ama temen kita ‘yang satu itu’ adalah tahap awal. Analoginya men rule itu seperti pegang stir mobil. Nah supaya bisa duduk enak, kan jok mobilnya musti disesuaiin dulu tuh maju-mundurnya. Baru pegang setir, itu men rule” terlontarlah seketika analogi ini di kepala gw

“Nah klo untuk elu yang sudah berumah tangga. Gw ga tahu … hahahahha” lanjut gw dengan sedikit bercanda..

Terlepas dari obrolan yang tak penting kami. Sebenernya istilah ‘men rule’ mulai populer sejak temen gw yang gw panggil dengan panggilan ‘bos’ menikah.
Saat itu sebelum menikah ada anak kantor yang bilang ke dia
“Pokoknya ingat.. Men rule, men!”
yaahh sebuah pesan yang biasa yang ditujukan bagi orang pertama yang menikah diantara teman sekantor hahahaha..

Tak pernah ada yang menjelaskan secara jelas deskripsi men rule sebenernya. Nampaknya perjalan waktu yang membuat dia mendeskripsikan sendiri makna ‘men rule’. Dan yang jelas dia nampak terbebani dengan deskripsi itu hahahaha…

wahaii para lelaki…MARI TEGAKKAN ‘MEN RULE!!!” hahahahahaha….


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.