“Knapa? Dia bukan tipe mu ya?…. Jadi tipe kamu yang Gimana?”
“Uhmm… adaa dech” Jawabku ditambah dengan senyuman palsu.
Padahal di dalam hati, bahkan sudah sampai ditenggorokan.
“Tipeku cuman satu, wanita seperti kamu.”….
“Kamu yang cantik, kamu yang pintar, kamu yang berani, kamu yang jujur, kamu yang bebas, kamu yang egois….”
Tapi itu semua tak terucap, dan kembali tertelan dalam hati.
Berharap momen itu datang lain kali, namun aku yang mengawali.
November 1, 2007 pukul 1:33 pm |
Hayo Mus, ungkapkan saja, daripada menyesal. Oh iya, tulisan yang dibawah kok kosong? Padahal kamu dah iklanin di status ym-mu.
Desember 27, 2007 pukul 7:09 pm |
huahahaha udah sekarang dah bisa ditulis versi lengkapnya khan mus,,?
Desember 28, 2007 pukul 4:46 pm |
yaaaa repot kalo cuman ditulis.
Ayo disikat ajah…