Arsip untuk Mei, 2009

Pria Besar

Mei 29, 2009

Dari belakang nampak punggungnya yang lebar bergetar.
Saat itu dia sedang menelepon.
Ketika sempat kulihat matanya,.. merah namun bukan amarah.
Pria besar itu mulai meneteskan air mata
Dari mulutnya mulai terdengar kata.
Kata-kata yang sedikit tercekat agar yang diseberang sana tak tahu dia sedang berair mata
“Maaf Bu, aku belum bisa kirim uang bulan ini…”
ditariknya nafas untuk memberanikan diri melanjutkan perkataanya
“Terus uang sekloah adik bulan ini gimana?..”
Suasana ruang kecil itu yang sunyi, sesunyi jawaban dari pertanyaan yang saat itu belum terjawab

Ramuan Baru Chocoffee

Mei 21, 2009

Hari ini bandung mulai dingin lagi ya. Tergoda deh gw untuk membuat segelas minuman hangat.

CHOCOFFEE

Gw pengen berbagi resep nih. Ini resepnya:

2 sendok teh : Coklat Bubuk
1 sendok makan : Kopi Hitam (bukan yang instan)
1 jumput : bubuk Cinnamon
1 gelas besar : Susu Low Fat

Masukkan coklat bubuk dan kopi ke dalam gelas besar. 
Aduk sampai tercampur keduanya.
Didihkan susu low fat.
Tuangkan susu ke gelas saat mendidih.
Aduk sampai merata. diamkan sebentar agar turun sedikit temperaturnya
Taburkan bubuk cinnamon sedikit saja
Aduk lagi sampai merata

SIAP DIMINUM

Cara kami bercinta

Mei 21, 2009

10 Jam lebih, bahkan hampir 11 jam mungkin. Itulah waktu yang kami butuhkan untuk saling mengungkapkan rasa untuk pertama kali. 

Cinta, kasih sayang, teman, kekaguman, keterjutan, kegugupan tertumpahkan. Semuanya terbungkus dalam sebuah kejujuran dari hati kami. Nafsu dan birahi berhasil terpendam dengan rapi tanpa merasa tersisihkan, karena kami berhasil melepaskannya dengan mulut kami saat bertutur.

Kelegaan dan merasa dicintai menyelimuti kami.

Bandung yang rintik, membagi dingin untuk menemani kehangatan kami. 

Capucino luar biasa yang dihidangkan Om Yudi hari itu tetap kami kenang rasanya hingga keesokan hari kami terbangun dan memulai hari.

Inilah cara kami bercinta.

Gw sayang ama Elu

internet di mata orang tua

Mei 17, 2009

Siapa sih yang sekarang ga kenal Internet? dari anak kecil ampe abang tukang indomie di deket perempatan rumah Gw juga tahu. Internet = indomie telor kornet, hehehe becanda ding. 

Kali ini gw pengen berbagi cerita tentang fenomena internet beneran

Temen Gw yang merupakan salah satu admin kelas wahid di ITB mewartakan sebuah kabar yang menurut Gw lucu, padahal yang dia sampaikan itu hal yang serius.
“Ada orang tua mahasiswa yang menginginkan fasilitas internet di ITB dikurangi” ya.. dikurangi.. Gw ga salah tulis koq

What the F…? Apa-apan nih? emang fasilitas internet ITB kenapa sih? Ok murah sih.. tapi kan masih perlu terus dikembangkan

Gini ceritanya…

Oknum orang tua tersebut meminta ITB mengurangi fasilitas internet yang mereka berikanuntuk mahasiswanya. Karena anaknya terlalu sering pulang malam demi menikmati layanan hotspot ITB, yang 24 jam ga pernah mati dan hanya bayar Rp.12.500,- setiap bulannya untuk bandwidth yang bisa ditandingkan dengan IM2 ato warnet2.

Dalam kepala gw langsung kebayang saat Nazi membakar buku-buku karena dianggap meracuni otak. Wah orang tua berpaham fasis nih, pikir Gw. Lucu bener nih orang tua.. 

Tambah temen gw lagi, katanya isu ini sampe dibahas di IOM(Ikatan Orangtua Mahasiswa). hahahahaha

OK wajar sih klo ada orang tua yang mengkhawatirkan anaknya pulang malem. OK klo untuk acara ospek wajarlah…Tapi koq yang jadi kambing hitamnya Internet hahahahaha… Lagipula anak yang dia khawatirkan adalah mahasiswa, yang berarti anak itu sudah dewasa, punya KTP bahkan boleh ikutan nyontreng di Pemilu pula.

Padahal untuk urusan internet ITB memiliki koneksi yang setiap tahun selalu berusaha ditingkatkan kualitasnya, dengan harga yang sangat-sangat murah ini meyakini bahwa Internet layaknya pintu masuk ke sebuah perpustakaan yang berisi pengetahuan tak terbatas di dunia maya. Ok gw mengakui, banyak pula anak ITB yang memanfaatkan internet untuk Facebook ato kesenangan lainnya, tapi bukan berarti tak ada pengetahuan yang bisa diperoleh.

Bahkan dari segi statistik, kata temen Gw lagi, dari sample dia di salah satu jurusan di ITB penggunaan internet terbesar adalah untuk knsumsi download jurnal-jurnal. Nah lho… Klo seumpama ada anak yang sampai malem di ITB ngenet, siapa tahu ternyata dia menunggu download nya beres karena Bandwitdh ITB yang terbatas itu.
Klo gitu solusinya fasilitas internet ditingkatkan dong, biar anaknya klo download ga lama. Bukan malah dikurangi. Ntar klo Internet di ITB dikurangi, sang anak malah keluyuran malem2 ke warnet. 

Ato jangan-jangan ada teori konspirasi dibalik ini (wah kebanyakan nonton berita Antasari nih). Jangan-jangan si orang tua adalah pengusaha warnet yang kehilangan pelanggan gara-gara layanan internet ITB lebih baik. hihihihihihi…yah siapa tahu..

Filosofi beli baju..

Mei 17, 2009

Hahahahaha.. berikut ini adalah salah satu buah pikiran yang tercipta dalam obrolan Gw dengan salah satu temen Gw(inisialnya A**i) hahahaha Sorry, Di. nama Lu gw samarin demi kebaikan kita hahahahhaha.. ups.. hahahhahaha

OK. Jadi kemaren temen Gw itu ceritanya sedang ngedeketin cewek. Tapi dia bingung cara mulai ngajak jalannya gimana.

Ya Gw bilang aja, “Udah lah ajak jalan aja.. ajak Nonton kek. Jermal Bagus lho…”

Temen Gw jawab,”Wah iya ya. Tapi gw takut dikira agresif trus ntar cewek nya ilfill”

Gw jawab,”halah klo cuman nonton mah ga dibilang agresif kali, cuman ngajak nonton cewek doang gitu. Kecuali lu emang mo ngajakin ke Hotel hahahahaha”

TRus temen gw mengeluarkan jawaban standar lelaki, “Men, klo gw ama cewek yang kali ini beda, Men. yang gini prospek buat istri lah”

nah kalimat yang dibilang ama temen gw itulah kadang menjadi excuse terbesar cowok sampe ga jadi-jadi ngajak jalan bahkan nembak cewek. Dengan kata lain cowok itu suka NGAREP!!! hahahahhaa

Gw cowok dan pada dasarnya gw sepakat dengan pola pikir seperti temen gw tadi. Tapi klo kayak gitu kapan majunya nih?

HIngga gw memberikan sebuah analogi:

Cowok yang sedang mencari cewek untuk dijadikan istri itu kayak orang yang pengen beli baju.

Pada saat orang sudah berniatan beli baju maka pergilah di ke Mall.

Nah di Mall, dia pasti melihat-lihat baju mana yang menarik hatinya dan menurutnya paling pas.

Proses berikutnya diambilnya baju itu dan DICOBANYA di kamar pas.

dia pastiin tuh baju emang cocok ga klo dia pake? klo cocok dibeli klo ga ya coba yang lain… sampe dapet baju yang pas.

JAdi kayak gitu analogi yang menurut Gw paling pas hahahaha

Bahkan di kamar pas kadang ada tulisan coba maksimal 3 sekaligus. Jdi klo emang tertarik lebih dari satu, ya dibawa kekamar pas aja sekalian hahahahaha.

Buat para perempuan tolong jangan marah klo Gw menganalogikan wanita dengan baju. jangan terlalu dipikirkan, ini hanya sebagian kecil pikiran nakal Gw

  • Tapi sebenernya itulah yang dibutuhkan pria.
  • Pria membutuhkan baju untuk tampil lebih gagah
  • Pria membutuhkan baju agar dia tidak malu
  • Pria membutuhkan baju agar dapat memberi kehangatan
  • Pria membutuhkan baju agar memperoleh perlindungan

Baju adalah lambang kehormatan dan status Pria