internet di mata orang tua

By primuspandumudita

Siapa sih yang sekarang ga kenal Internet? dari anak kecil ampe abang tukang indomie di deket perempatan rumah Gw juga tahu. Internet = indomie telor kornet, hehehe becanda ding. 

Kali ini gw pengen berbagi cerita tentang fenomena internet beneran

Temen Gw yang merupakan salah satu admin kelas wahid di ITB mewartakan sebuah kabar yang menurut Gw lucu, padahal yang dia sampaikan itu hal yang serius.
“Ada orang tua mahasiswa yang menginginkan fasilitas internet di ITB dikurangi” ya.. dikurangi.. Gw ga salah tulis koq

What the F…? Apa-apan nih? emang fasilitas internet ITB kenapa sih? Ok murah sih.. tapi kan masih perlu terus dikembangkan

Gini ceritanya…

Oknum orang tua tersebut meminta ITB mengurangi fasilitas internet yang mereka berikanuntuk mahasiswanya. Karena anaknya terlalu sering pulang malam demi menikmati layanan hotspot ITB, yang 24 jam ga pernah mati dan hanya bayar Rp.12.500,- setiap bulannya untuk bandwidth yang bisa ditandingkan dengan IM2 ato warnet2.

Dalam kepala gw langsung kebayang saat Nazi membakar buku-buku karena dianggap meracuni otak. Wah orang tua berpaham fasis nih, pikir Gw. Lucu bener nih orang tua.. 

Tambah temen gw lagi, katanya isu ini sampe dibahas di IOM(Ikatan Orangtua Mahasiswa). hahahahaha

OK wajar sih klo ada orang tua yang mengkhawatirkan anaknya pulang malem. OK klo untuk acara ospek wajarlah…Tapi koq yang jadi kambing hitamnya Internet hahahahaha… Lagipula anak yang dia khawatirkan adalah mahasiswa, yang berarti anak itu sudah dewasa, punya KTP bahkan boleh ikutan nyontreng di Pemilu pula.

Padahal untuk urusan internet ITB memiliki koneksi yang setiap tahun selalu berusaha ditingkatkan kualitasnya, dengan harga yang sangat-sangat murah ini meyakini bahwa Internet layaknya pintu masuk ke sebuah perpustakaan yang berisi pengetahuan tak terbatas di dunia maya. Ok gw mengakui, banyak pula anak ITB yang memanfaatkan internet untuk Facebook ato kesenangan lainnya, tapi bukan berarti tak ada pengetahuan yang bisa diperoleh.

Bahkan dari segi statistik, kata temen Gw lagi, dari sample dia di salah satu jurusan di ITB penggunaan internet terbesar adalah untuk knsumsi download jurnal-jurnal. Nah lho… Klo seumpama ada anak yang sampai malem di ITB ngenet, siapa tahu ternyata dia menunggu download nya beres karena Bandwitdh ITB yang terbatas itu.
Klo gitu solusinya fasilitas internet ditingkatkan dong, biar anaknya klo download ga lama. Bukan malah dikurangi. Ntar klo Internet di ITB dikurangi, sang anak malah keluyuran malem2 ke warnet. 

Ato jangan-jangan ada teori konspirasi dibalik ini (wah kebanyakan nonton berita Antasari nih). Jangan-jangan si orang tua adalah pengusaha warnet yang kehilangan pelanggan gara-gara layanan internet ITB lebih baik. hihihihihihi…yah siapa tahu..

Satu Tanggapan ke “internet di mata orang tua”

  1. ngehe Berkata:

    bisa aja antum hehe

Tinggalkan Balasan