Pria Besar

By primuspandumudita

Dari belakang nampak punggungnya yang lebar bergetar.
Saat itu dia sedang menelepon.
Ketika sempat kulihat matanya,.. merah namun bukan amarah.
Pria besar itu mulai meneteskan air mata
Dari mulutnya mulai terdengar kata.
Kata-kata yang sedikit tercekat agar yang diseberang sana tak tahu dia sedang berair mata
“Maaf Bu, aku belum bisa kirim uang bulan ini…”
ditariknya nafas untuk memberanikan diri melanjutkan perkataanya
“Terus uang sekloah adik bulan ini gimana?..”
Suasana ruang kecil itu yang sunyi, sesunyi jawaban dari pertanyaan yang saat itu belum terjawab

Tinggalkan Balasan