Arsip untuk Agustus, 2009

“Kamu sudah siap menikah, Mus?”

Agustus 30, 2009

“Kamu sudah siap menikah, mas?”

Apaa??? pertanyaan macam apa ini?

OK, Gw cowok usia matang. Berpenghasilan sendiri, dengan hidup yang cukup sejahtera, dan wajah rupawan tentunya hahahahahaha…..

Tapi apa hak dia memberikan pertanyaan itu? Dia bukan Ibu, sodara ato keluarga Gw.
Dia hanya seorang wanita menarik yang belum tentu cantik (bagi Gw menarik adalah tampak luar, cantik harus diselami luar dalam hiihihihihihihi….). Yang mampu mencuri perhatian mata Gw selama beberapa pertemuan, dan mendorong mulut Gw untuk melancarkan rayuan dan godaan. Yah hal wajar yang akan dilakukan seorang pria normal hehhehehee…

Dan tiba-tiba muncullah pertanyaan itu.
sejenak Gw berpikir, apa yang sebenarnya dia maksud dengan pertanyaan itu.
1. Dia tahu Gw tertarik dengan dirinya
Asyiikkkk, gayung bersambut
2. Dia ingin tahu niat Gw yang sebenarnya
Niat Gw adalah, ingin berkenalan lebih jauh dengan sosok perempuan menarik itu.
3. Dia hanya ingin didekati oleh Pria yang mau menikahinya
Gila apa? Mana ada orang yang langsung pengen menikah begitu melihat sekilas. Wah ini yang namanya budak nafsu.

Pernah Gw dikasih tahu ama temen, “Cewek itu suka yang aman, Mus. Bahkan ada iklan kondom pake quote ini kan”

Nah balik ke pembahasan yang no 3. Perempuan ini ingin memastikan dia membina hubungan dengan pria yang kelak akan dinikahinya.

Pernikahan bagi pria adalah sebuah komitmen yang sangat serius. Yang untuk menyatakan bahwa dia siap menikah, berarti sudah memiliki perencanaan yang matang. Termasuk mengenal calon istrinya terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukkan dalam perencanaannya itu.

Nah jika seorang perempuan, menanyakan komitmen pernikahan kepada pria pada saat belum saling mengenal dengan baik. Hal ini sama saja dengan mengajak sang pria untuk membuat komitmen instan. Tanpa perencanaan. Yang tinggal seduh, klo ga cocok tinggal buang.
Jadi di mana letak kondisi “aman” dari pertanyaan ini. Justru malah menjebak ke sesuatu yang berbahaya bagi mereka.

Analogi gampangnya gini:
Cowok: “Emm.. boleh kenalan? nama saya Cowok”
Cewek: “Saya hanya mau berkenalan dengan pria yang mengajak saya menikah. Bagaimana?”
Cowok: “Hmm.. boleh saya siap”
Cewek: “oh bagus kalau begitu. Nama saya Cewek”
Cowok: “karena saya sudah mengenal nama kamu. Mari kita ke KUA. Kita menikah sekarang”
Nah lho… bingung kan

Akhirnya setelah Gw cerna baik-baik pertanyaan itu, Gw jawab. “Aku masih berencana nikah 2 tahun lagi paling cepat”
Ini jawaban jujur guys. Gw sudah membikin plan dalam hidup Gw.

Tapi di kala yang sama, semua ketertarikan Gw terhadap perempuan itu sirna. Perempuan itu dangkal. Dan seberapa menariknya perempuan, kalau dia dangkal bagi Gw dia tidak cantik.

APHRODISIAC

Agustus 26, 2009

Semenjak Senin kemaren, ada sesuatu yang berbeda setiap gw ke kantor. Suasana yang hangat, sesuatu yang membuat orang sekantor menjadi semangat. Terasa sekali ada yang membuat orang menjadi gembira, penuh gairah.

Awalnya Gw mengira ini adalah aura ramadhan di kantor. Maklum, hari senin kemarin adalah hari pertama Gw masuk kantor di bulan puasa ini.

Tapi ada yang berbeda, gw merasakan suatu perasaan yang familiar. Sama seperti saat gw menikmati sebatang coklat. Gairah dari serotonin di otak yang terangsang, dicampur efek dopamin yang memberikan kenyamanan dan kenikmatan hasil dari phenylethylamine. Perasaan inilah yang menyebabkan coklat sering disebut sebagai aphrodisiac yang berarti penstimulus perasaan jatuh cinta.

Ok tunggu,.. perasaan jatuh cinta??

Seketika itu pula Gw layangkan pandangan ke satu per satu rekan kantor Gw.
Dan akhirnya Gw temukan sumber dari penyebar aura unik ini. Rekan yang duduk di sebelah meja Gw, SEDANG JATUH CINTA!!!.. Ahaaaaa…!!!! teriak Gw dalam hati

Dari mana Gw tahu?…

Kentara bangetlah dari cara dia tersenyum, guratan mukanya, aroma dan segala macam yang terpancar dari tubuhnya. Gw sebagai orang yang pernah jatuh cinta tentu sangat familiar dengan gejala ini. Jika kalian mau sedikit memperhatikan dan merasakan, tak akan sulit mendeteksi orang yang sedang jatuh cinta hahahahah..

Langsung Gw dekati temen Gw yang menjadi tersangka, sebagai orang yang jatuh cinta. Gw lirik di laptopnya. Ternyata dia sedang chatting dengan seorang wanita, yang kebetulan gw kenal pula. Gw perhatikan gerak-gerik tubuh dan raut mukanya setiap dia menerima pesan dan mengirim pesan saat chatting.
Dengan tersenyum Gw tegur dia, “Mbang, Lu sedang jatuh cinta ya?” (Mbang: kependekan dari Kumbang, bukan nama sebenernya. Bukan pula kependekan dari Bambang hahahahaha…)

Kagetlah si Kumbang. Langsung dia salah tingkah dan semakin mendukung bahwa tebakan Gw benar… hahahahhahaa…

“Siapa sih?” lanjut Gw melakukan selidik “Pantesan kemaren Lu dikenalin ke cewek adem ayem aja.. ternyata… hahahaha”
“Jadi dia Mbang?” Gw terus meningkatkan tensi interogasi sambil menunjuk lawan chattingnya… hihihihihi

“Jadi dia nih orangnya”, sambil gw tunjuk lawan chattingnya

Saat itu juga darah yang dipompa di jantungnya meningkat, menyebabkan muka Kumbang jadi merah merona. Hahahahahaha…..
“Selamat, Men. Selamat berjuang untuk menyatakan cinta” hahahhahaa…

Hari Sepatu Baru

Agustus 16, 2009

Matahari terik tengah hari sudah mulai jatuh…

Dito nampak berjalan sendirian dari ujung jalan kampung dengan langkah lebar dan tersenyum riang.
Hari ini dia ingin membeli sepatu.
Digenggam eratnya kantong berisi uang dari celengan ayamnya yang tadi pagi dia pecahkan. Celengan yang berusia satu tahun itu telah penuh uang dari hasil kerja kerasnya membantu di toko kelontong Pak Wahyu.

Tak sabar rupanya Dito ingin segera sampai di toko Sepatu yang terletak di pojok pasar. Sudah terbayang olehnya dia akan memilih salah sepatu yang paling bagus dan bisa dia pamerkan ke teman-temannya.
Tiba-tiba lamunan Dito buyar saat melewati sebuah rumah.

Dilihatnya ada seorang anak perempuan duduk termenung dengan wajah cemberut di depan teras rumahnya. Anna namanya. Mereka sudah saling kenal karena tinggal di kampung yang sama.

Memang Dito adalah seorang anak yang selalu ingin tahu. Dihampirinya Anna, lalu Dito menanyakan sedang apa Anna duduk di depan teras rumahnya.
Masih dengan wajah cemberut, Anna bercerita bahwa dia bosan di rumah dan tak ada orang yang bersedia menemaninya berjalan-jalan.
Tiba-tiba terbersit ide di kepala Dito untuk mengajak Ana menemaninya membeli sepatu.
Kali ini Anna menanggapi dengan mengangguk penuh semangat dan senyum menghiasi.

Berjalanlah kedua anak itu ke pasar, menuju toko sepatu yang terletak di pojok pasar. Kata para orang tua toko sepatu itu sudah ada sejak jaman perang. Di toko itulah dahulu para tentara membeli sepatunya, oleh karena itu bangunannya tidak dirusak selama perang terjadi. Dan bangunannya masih kokoh sampai sekarang.

Memasuki pintu toko itu, aroma sepatu baru langsung tercium. Dito pun jadi semakin semangat dan melihat sekeliling. Tersenyum Anna melihat tingkah Dito yang sedang bersemangat.
Dito menghampiri penjaga toko, ditanyakannya dimana dia bisa melihat sepatu dengan model terbaru. Dengan sabar sang penjaga toko mengantarkan ke rak sepatu yang bertuliskan “Sepatu Baru”. Seketika itu pula Dito melihat sebuah sepatu yang sangat unik di ujung kanan atas. Matanya tak bisa lepas memandang dari sepatu itu.

Sepatu itu model boot kulit, Coklat pohon eik warnanya, dengan sol karet yang tebal berawarna putih, dan memiliki tali setebal kabel berwarna putih. Yang membuat unik model itu adalah ukurannya yang sangat besar dibandingkan sepatu-sepatu lainnya.

Penjaga toko yang telah menjaga toko itu berpuluh-puluh tahun, sudah sangat akrab dengan reaksi pembeli yang demikian. Diambilnya sepatu itu, bahkan sebelum Dito sempat menunjuknya, dan diberikan pada Dito. Tak lupa sang penjaga toko menambahkan rayuan bahwa sepatu ini sangat cocok dipakai oleh anak yang bersemangat.

Dito awalnya ragu, apakah sepatu itu tidak terlalu besar bagi kakinya. Namun sang penjaga toko memaksa Dito untuk mecobanya dahulu. Dan, Ajaib!!! Meski dari luar nampak sangat besar ternyata ukuran bagian dalamnya sangat pas buat Dito. Dito pun mencoba memakainya berkeliling toko sambil tersenyum-senyum. Tertawalah Anna dan penjaga toko melihat Dito yang kegirangan.

Sepatu itu baru datang di toko itu hari ini, kata sang penjaga toko. Dan karena hari itu juga sepatu itu sudah menemukan calon pemiliknya, maka diberikanlah diskon 10% untuk Dito. Segera diserahkan sekantong uang Dito kepada penjaga toko. ternyata masih bersisa.

Dito pun keluar toko dengan langsung memakai sepatu barunya. Dia terus bertanya kepada Anna bagaimana penampilan dia dengan sepatu barunya. Anna menjawab bahwa Dito nampak seperti orang yang sangat bersemangat dengan sepatunya itu. Terbahak mereka berdua.

Saat pulang, Dito mengajak Anna untuk mampir makan es krim di toko tak jauh dari tempat membeli sepatu tadi. Karen uangnya masih bersisa, maka hari itu Dito mentraktir Anna semangkuk es krim. Senang sekali Anna bisa menikmati es krim vanila yang sangat lezat.

Dan hari ini Dito senang dengan sepatu barunya, dan Anna gembira bisa berjala-jalan dan menikmati es krim vanila

Persiapan Ceunah

Agustus 9, 2009

Ini beberapa tahun yang lalu….

Temen gw menghempaskan diri duduk di kursi sebelah gw yang sedang nonton TV. Sebuah kejadian biasa yang sehari-hari terjadi di kosan gw. Tapi perbincangan kami selanjutnya sungguh hal yang luar biasa, meskipun tak semenggemparkan berita pengeboman teroris, tapi cukup menggetarkan hati Gw.

“Mus, terakhir kita maen dulu itu kapan sih?” temen gw bertanya sesaat setelah duduk.

“Maen…? Maen PS? Tadi malem juga maen… Masih penasaran ceritanya. Tapi Gw lagi ga mood ah” Jawab gw ngasal sambil tetep megang remote dan ngeganti-ganti channel TV Kosan

“Ah sial.. bukan maen PS dodol. Kita jalan keluar malem itu kapan sih… Sabtu ato minggu sih..?” Ternyata dia sangat penasaran tentang sesuatu.

“Oh itu,.. waktu ama G**** dan K**** juga kan. Sabtu klo ga salah..” Gw masih agak-agak ngasal jawabnya.

“Ah yang serius dong, gw lagi ngitung-ngitung nih…” seraya tangan temen Gw menarik pundak Gw. Wah lagi minta diperhatiin nih anak.

“Lu kenapa sih..? bulanan lu telat ya.. hahahha…” Ok gw kasih dia perhatian, tapi tetep dengan bumbu becandaan tentunya..

“Enak aja. Gini Men, kan pas terakhir jalan itu Gw minum tuh. Nah sekarang gw sedang ngitung..” Emang temen gw yang satu doyan minum, tapi ga sampai jadi hobi pemabok hehehehe.. tapi menarik nih, ga biasanya dia concern ama hal ini. Biasanya maen tenggak aja nih anak. Tapi di luar itu dia temen yang baek, dan sampahnya lagi dia pinter banget cenderung jenius malah. Pernah dia suatu saat menjelang ujian, bukannya belajar, eh malah minum-minum. Tapi ujian keesokannya dia termasuk dalam 10% orang yang tertawa-tawa saat keluar ruang ujian.

“Ha ngitung apaan? Lu lagi kehabisan duit buat beli minuman ya.. udahlah… ga baek tuh minum-minum, tanya aja balita anak tetangga sebelah juga tahu Men. Hihihihihi”

“Iya.. mangkanya gw itungin sekarang. Klo hari sabtu, berarti pas hari Jum’at nanti pas 40 hari, sedangkan Klo kita jalan itu Minggu berarti Pas Jum’at nanti masih 39 hari…” Makin aneh nih temen gw, sedang mabok ga nih anak. Tapi perasaan klo dia minum ga pernah sampe mabok ah..

“Lu kayak dukun aja ngitungin hari, emang Jum’at ada apaan?” Penasaran bener Gw

“Men Jum’at 2 minggu lagi kan mulai puasa, Men. Katanya klo minum kan ga diterima ibadahnya 40 hari. Ya gw harus ngitung sekarang..” dia mengucapkan hal itu dengan nada yang datar dan wajar. Seolah kata-katanya keluar dari mulut seorang anak kecil.

JLEBBBB!!!

Ternganga seketika mulut Gw untuk sepersekian detik.. Kesambet malaikat dari mana nih anak. Sekaligus gw ngerasa malu, anak bengal dan tak beradab macam dia masih inget romadhon kapan mulai, sedangkan Gw yang lumayan beradab dan percaya Allah, lupa.

“Yah Gw mau persiapan aja sih. Gw pengen puasa Gw lengkap sekarang. Kebanyakan dosa nih, Gw kayaknya.”

JLEBBBB!!! JLEBBB!!!! Sekali lagi.. JLEBBBB!!!!

Tambah tersepetlah Gw. Gw yang selama ini merasa lebih beriman daripada dia, bahkan sama sekali ga mikir persiapan untuk menyambut Romadhon. Ahh… sumpah malu banget Gw malam itu…

“Emmmhh… Gw inget bener hari itu sabtu koq. Waktu itu Gw jalan ama kalian setelah nganterin F*** ke travel soalnya. Yakin Gw…” Itu jawaban Gw.

“Oh baguslah. Tenang Gw sekarang… Eh masjid di deket sini sebelah mana sih? Biar gw bisa scouting dulu tempat asyik buat tarawihnya” Dia bertanya lagi dengan polos.

“Hahaha.. itu masjid di bawah ada dibelakang rumah Pak RW, di atas juga ada tapi agak jauhan dikit. Mangkanya Jumatan Men…!!”

“Hahahaha.. iya ntar scoutingnya sekalian pas Jumatan”

Ini ‘Men Rule’, men

Agustus 9, 2009

“Ngapain sih lu susah banget diajak rapat sambil makan siang kemaren?” tanya temen sekantor gw, ke gw.

“Ooh gw tahu.. Lu makan siang dengan cewek mana lagi sekarang?” teman gw masih melanjutkan pertanyaan isengnya mengarah ke investigasi rupanya… hehehehe

Tapi gw hanya tertawa menyambut pancingannya, gw pengen maen save klo lagi ngobrol ama biang gosip a.k.a baligho berjalan semacam temen gw yang satu ini. Soalnya begitu keceplosan gw ama siapa. Bisa-bisa di hari itu 40% temen gw mendengar gosip tentang gw yang sedang deket ama siapa, padahal itu belum tentu benar.

“Ah klo udah untuk urusan cewek aja elu selalu bela-belain jungkir balik. Sama kayak temen kita ‘yang satu itu’, yang bela-belain ganti hape jadi BB kerena ada cewek yang dideketin pake BB juga, bahkan sampe dibela-belain jual E90 nya. Katanya Men Rule?.. men rule apaan tuh klo kayak gitu?”
nah nampaknya pancingannya sudah gagal dan dia berganti topik, tentang ‘men rule’ hihihihi

Baru gw merasa save dan unjuk bicara…
“Wah beda Bos, ini tahapan dalam rangka mencapai men rule.” tanggepan gw untuk menyemarakkan obrolan siang tak penting ini

“Sama aja.. Kalian aja yang selalu manas2in Gw. men rule.. men rule.. ah apaan..”

Geli gw ngeliat dia bicara sangat emosional tentang topik ini. Kayaknya dia sangat tertekan dengan cap pria yang tak bisa menegakkan ‘Men Rule’

“Gini bos, yang gw lakuin ama temen kita ‘yang satu itu’ adalah tahap awal. Analoginya men rule itu seperti pegang stir mobil. Nah supaya bisa duduk enak, kan jok mobilnya musti disesuaiin dulu tuh maju-mundurnya. Baru pegang setir, itu men rule” terlontarlah seketika analogi ini di kepala gw

“Nah klo untuk elu yang sudah berumah tangga. Gw ga tahu … hahahahha” lanjut gw dengan sedikit bercanda..

Terlepas dari obrolan yang tak penting kami. Sebenernya istilah ‘men rule’ mulai populer sejak temen gw yang gw panggil dengan panggilan ‘bos’ menikah.
Saat itu sebelum menikah ada anak kantor yang bilang ke dia
“Pokoknya ingat.. Men rule, men!”
yaahh sebuah pesan yang biasa yang ditujukan bagi orang pertama yang menikah diantara teman sekantor hahahaha..

Tak pernah ada yang menjelaskan secara jelas deskripsi men rule sebenernya. Nampaknya perjalan waktu yang membuat dia mendeskripsikan sendiri makna ‘men rule’. Dan yang jelas dia nampak terbebani dengan deskripsi itu hahahaha…

wahaii para lelaki…MARI TEGAKKAN ‘MEN RULE!!!” hahahahahaha….

Telefon dari masa lalu

Agustus 9, 2009

RRRRR……
Hape Gw bergetar di atas meja kamar Gw.
Hemmm 0813******, ga ada dalam list phonebook Gw. Ah paling urusan kerjaan.

“Halo, Asalamuaikum…” ini cara standar Gw untuk menyapa nomor-nomor tak dikenal. Tak lupa ditambahi salam biar terkesa alim dan sopan hahahahaha
“Wah udah tobat rupanya, pake asalaamualaikum segala..hihihihi..” Sahut suara merdu seorang wanita di telefon. Suaranya merdu tapi jawabannya sengak gini?
Langsung aja Gw tanya, Gw agak males dengan telefon dari noemer tak dikenal sebenernya. Tapi suara merdu ini nampaknya bisa ditolerir
” emmm… ini siapa ya?”
“Ya ampuunn.. Kmu lupa ama suara aku? dasar ya cowok emang gitu. Ini aku Dewi”
hmmm Dewi.. nama yang umum.. ntar.. yang mana ya?
“Dewii..? Ohh Dewi.. wah apa kabar Kmu?”
Sebenernya Gw masih lupa-lupa inget di bagian ini. Dewi yang mana ya? Banyak temen gw yang namanya Dewi.
“Parah kmu Prim, lupa ama aku yang dulu nyaris kamu nikahi…”
Kalimat terakhir itu langsung membawa pikiran Gw melayang. Membayangkan seorang perempuan periang cenderung gila, bermata agak sipit dan berparas cantik. Hanya ada satu wanita yang ingin Gw nikahi saat Gw berumur 17.
“Aku minggu depan mau ke Bandung, pas ama hari ulang tahun ku yang ke 24. Aku mau menagih sesuatu yang pernah kamu janjikan 7 tahun yang lalu hahhaha. Aku harap kamu masih ingat, awas kalau lupa…”
Belum selesai pikiran Gw melayang untuk mengingat hal-hal yang dulu pernah kami lakukan, terbuyarkan oleh kalimat lanjutan dari wanita itu.
“emm.. yah.. Ok..Ayo ajah ke bandung Aku siap menyambut koq”
Gilaaa apa ya yang pernah Gw janjiin ke ni cewek, Gw udah lupa..
“Beneran?… asyiiikk.. Aku kirain kmu pasti berkelit pas aku tagih janji itu”
Nah lo… Kenapa dia mengira Gw bakal berkelit? Masak Gw pernah menjanjikan hal yang tidak-tidak ke dia
“eh udah dulu ya, ntar kita lanjutin telfonnya. Temen ku udah ngajak jalan dulu. Dagh Primuss”
Haaaa… tiba-tiba diputus aja telfonnya.
Siaal tuh cewek. Sebenernya yang jadi kepikiran adalah tentang janji Gw sih. Kira-kira apa ya? Koq bisa lupa sama sekali gini…
Jadi nyesel Gw dulu ga sering minum Cerebrovit.. hahahaha
ah bodo ah

Kapsul Waktu dan 4 Anak Kecil

Agustus 9, 2009

Di bawah sinar rembulan, nyaris tengah malam. Dito mulai mengayunkan cangkulnya mantap namun berusaha agar tak berisik. “ssssstttttt…!!!” hampir bersamaan Sidik dan Bagus kembali mengingatkan agar mereka menggali lubang itu tak berisik.
“Ntar kakeknya Bagus bangun…” kata Sidik lagi..
Sementara Bram hanya cengar-cengir melihat kelakuan teman-temannya.

Malam itu, 16 Juli 2009, kemungkinan adalah malam terakhir keempat anak kecil itu bisa berkumpul sampai satu tahun ke depan.
Bram, si anak paling lurus dan soleh di antara keempatnya, dikirim untuk belajar di tanah rantau.
Mereka sehabis menghadiri acara selamatan dalam rangka menghantar kepergian Bram ke tanah rantau.
Tiba-tiba Dito, yang katanya banyak akal sekaligus bengal, punya ide untuk melakukan hal itu.
Sidik, anak paling pinter dan pemikir, menyetujuinya.
Bagus yang paling cekatan dan terampil, segera mengamininya dan mengusulkan untuk melakukan hal itu di kebun kakeknya

Hal itu adalah cara keempat anak kecil itu untuk tidak mau mengakui kekalahan kepada sang waktu. Bahwa mereka tak ingin terpisahkan barang setahun saja. Sebuah pertemanan yang mengharukan.
Dan mereka pun membuat sebuah Kapsul Waktu.
Ya.. Kapsul Waktu.. Sebuah toples selai yang mereka isi dengan 4 buah kertas. Kertas yang oleh masing-masing anak dituliskan tentang “Akan menjadi apa teman-teman mereka dalam satu tahun mendatang?”

Kertas itu digulung, dimasukkan toples yang lalu penutupnya diputar serapat-rapatnya oleh Dito yang berbadan paling besar. Lalu mereka masukkan ke dalam lubang yang mereka gali secara bergantian tadi.
Lubang itu terletak diantara pohon cengkeh dan pohon mangga, di sebuah kebun angker milik kakek Bagus. Yang kata anak-anak kampung jadi sarang kalong wewe.
Tapi malam itu mereka berempat mengusir ketakutan tadi, lagi-lagi sebagai bukti mereka berempat siap menghadapi satu tahun untuk berpisah.

Hanya mereka berempat yang tahu posisi persis Kapsul Waktu itu. Dan hanya masing-masing dari mereka yang tahu betul isi tulisan di tiap kertas. Karena mereka sepakat tak saling memperlihatkan, hingga tiba waktunya.

Paling cepat satu tahun mendatang, saat takdir mengijinkan mereka berkumpul kembali berempat. Dan mereka akan membawa diri mereka yang berwujud ’sesuatu’ di satu tahun mendatang. Apakah sesuai dengan tulisan di kertas-kertas itu?

Akupun tak tahu. Semoga harapan mereka tentang teman-temannya akan terwujud yang terbaik. Saat mereka menggali nya 1 tahun yang akan datang, itu yang paling cepat.

———————————————————–

* dipersembahkan untuk seorang teman yang akan pergi setahun ke depan

* serta teman-teman pejuang mimpi yang begitu saja meyakini ide gila Gw malam itu

* tak lupa untuk Tuhan sang penguasa waktu yang mengatur pertemuan dan perpisahan kami

Contoh cowok ga bisa multitasking

Agustus 9, 2009

“Arrgghh,… men goblog banget Gw!!” tiba-tiba seorang temen menghambur ke kamar Gw dan langsung mengambil posisi curhat.
Apa-apaan ini?
Tak biasanya Gw melacur (melayani curhat) untuk konsumen pria.
Ah tapi ya sudah lah.. meski Gw sambil mengantuk di depan kompie, tampaknya dari mukanya dia nampak butuh dilacur(dilayani curhat) hahaha…

“Men, tadi Gw ketemu cewek cantiiik banget. Tipe Gw banget lah”….
Gileee langsung maen klaim aja, klo cewek cantik langsung tipe dia.. beuuu….
ahh ini nih malesnya di curhatin ama temen pria. Udah tahu lah pola pikir busuk2nya pria, apalagi klo untuk urusan wanita.
Gw sih cuman nyaut ber hammm hemmm dan sedikit ngangguk-ngangguk ngantuk sih hihihihihih. Tapi nampaknya itu lebih dari cukup

“Pas Gw makan di ngopdul tadi tiba-tiba ada cewek yang nyamperin Gw. Dia nanya ke Gw settingan laptopnya biar bisa onlen fesbuk”

“Trus reflek mata Gw melotot dong ngeliat dia yang ternyata seksi dan cantik, arrgghhh…!!!”
temen Gw melanjutkan “Dia mergokin reaksi Gw kayaknya, soalnya tersipu gitu mukanya”

“Gw langsung iya-iyain aja. Dan Gw bantu lah tuh laptop buat di setting”
wah kayaknya seru juga nih cerita dia pikir Gw.
“Setelah utak-atik dikit beres deh, trus kebuka lah halaman fesbuk tuh cewek di laptopnya. Gw balikin lagi deh laptopnya” temen gw menghentikan ceritanya dengan nampak nggantung gitu

“Udah? Gitu doang?”…. tanya Gw yang akhirnya bersuara juga

“Iya men itu bodohnya Gw. Gw lupa kenalan ato minta hp nya”
bwa hahahaha… ini nih efek buruk cowok tak bisa multi tasking hahahaha. Ga bisa mikirin yang lain klo kepalanya udah penuh dengan imajinasi tentang cewek cantik dan seksi.

“Sekarang gw sedang mengingat-ingat nama dia yang di fesbuk tadi apaan ya..”
apalagi ini. Mencoba untuk aksi tapi ga kongkrit dan lambat responnya Whua hahaha.. pengen Gw ketawain sebenernya. Tapi dia nampak serius banget nginget2nya. Jadinya gw tahan-tahan deh

“Ok men gutlak, selamat mengingat-ingat. Gw mau tidur!!” akhirnya Gw usir dia, Biar Gw bisa ketawa dengan puas lalu tidur

Mengenang masa muda

Agustus 9, 2009

Malam tadi, Ide itu terlintas begitu saja,
dan suasana pun mendukung, tak ada seorang pun di jok belakang.

Segera dengan senyum iseng khas layaknya anak kecil menemukan mainan baru, kupacu perlahan motorku.
Sampai di ujung jalan pasupati arah pasteur lalu kemudian kuambil jalan memutar.
Pastikan helm terkait kencang, jaket jeans terkancing rapat.

Kuputar gas motor penuh semangat, mesinpun terdengar merdu.
Gigi satu berganti ke 2 dalam hitungan detik, disusul gigi tiga beberapa detik kemudian.
Jalan pasupati sudah mulai menanjak, masuk gigi empat.
Kubiarkan angin menampar, rasanya bebaass hahahhahaa..
berkelit lincah menghindari mobil dan motor yang masih menikmati pasupati di malam hari.

Masuk gigi 5… kurasakan sensasi itu, efek adrenalin katanya.
120km/jam saat kulirik jarum spedometer menunjuk. Semakin semangat Aku memutar gas.
Wuzzzzzz….
Tak berani lagi aku melirik spedometer

Tak terasa ujung pasupati sudah nampak.
kulepas perlahan gas, kuturunkan gigi secara teratur.
mulai terasa debar di dada dan keringat dingin mengalir.
Efek adrenalin katanya…

Fiiuuhhh sensasi kecepatan yang sudah lama tak kurasakan semenjak SMA.
Merasa muda lagi meski hanya sesaat hehehehehehe

Mengingat Primus Kecil

Agustus 9, 2009

Sampai hari kemaren Gw masih terlena dalam kebingungan. dan Gw percaya itu adalah fenomena patah hati.
Yang paling menyebalkan bagi Gw adalah mencari bentuk real patah hati itu kayak gimana sih. Semuanya serba ga karuan rasanya

Tapi siang tadi Tuhan kayaknya mengirimkan pesan ke Gw, dalam bentuk yang menyenangkan tentunya.

Gw sadar, patah hati yang gw rasakan adalah sebuah bentuk ekspresi anak kecil dalam diri seorang Primus.

Ekspresi itu, adalah ekspresi saat seorang primus kecil ditinggal pergi oleh temen maennya. Temen maen yang udah klop banget ama primus kecil

Yah sesimpel itu saja.

Trus Gw ngerasa malu juga sih. Kenapa kemaren ga nyadar?
Dan tadi juga ada yang bilang, kadang manusia melupakan sifat2 yang dulu pernah dimiliki saat kecil. Sebagai konsekuensi dari proses kedewasaan katanya…
Padahal cuman komposisi tak seimbang antara hati dan otak.

So sekarang gw coba mengingat-ingat kembali.
Bagaimana sih primus kecil mengatasi kesedihannya saat kehilangan teman maen?