“Kamu sudah siap menikah, mas?”
Apaa??? pertanyaan macam apa ini?
OK, Gw cowok usia matang. Berpenghasilan sendiri, dengan hidup yang cukup sejahtera, dan wajah rupawan tentunya hahahahahaha…..
Tapi apa hak dia memberikan pertanyaan itu? Dia bukan Ibu, sodara ato keluarga Gw.
Dia hanya seorang wanita menarik yang belum tentu cantik (bagi Gw menarik adalah tampak luar, cantik harus diselami luar dalam hiihihihihihihi….). Yang mampu mencuri perhatian mata Gw selama beberapa pertemuan, dan mendorong mulut Gw untuk melancarkan rayuan dan godaan. Yah hal wajar yang akan dilakukan seorang pria normal hehhehehee…
Dan tiba-tiba muncullah pertanyaan itu.
sejenak Gw berpikir, apa yang sebenarnya dia maksud dengan pertanyaan itu.
1. Dia tahu Gw tertarik dengan dirinya
Asyiikkkk, gayung bersambut
2. Dia ingin tahu niat Gw yang sebenarnya
Niat Gw adalah, ingin berkenalan lebih jauh dengan sosok perempuan menarik itu.
3. Dia hanya ingin didekati oleh Pria yang mau menikahinya
Gila apa? Mana ada orang yang langsung pengen menikah begitu melihat sekilas. Wah ini yang namanya budak nafsu.
Pernah Gw dikasih tahu ama temen, “Cewek itu suka yang aman, Mus. Bahkan ada iklan kondom pake quote ini kan”
Nah balik ke pembahasan yang no 3. Perempuan ini ingin memastikan dia membina hubungan dengan pria yang kelak akan dinikahinya.
Pernikahan bagi pria adalah sebuah komitmen yang sangat serius. Yang untuk menyatakan bahwa dia siap menikah, berarti sudah memiliki perencanaan yang matang. Termasuk mengenal calon istrinya terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukkan dalam perencanaannya itu.
Nah jika seorang perempuan, menanyakan komitmen pernikahan kepada pria pada saat belum saling mengenal dengan baik. Hal ini sama saja dengan mengajak sang pria untuk membuat komitmen instan. Tanpa perencanaan. Yang tinggal seduh, klo ga cocok tinggal buang.
Jadi di mana letak kondisi “aman” dari pertanyaan ini. Justru malah menjebak ke sesuatu yang berbahaya bagi mereka.
Analogi gampangnya gini:
Cowok: “Emm.. boleh kenalan? nama saya Cowok”
Cewek: “Saya hanya mau berkenalan dengan pria yang mengajak saya menikah. Bagaimana?”
Cowok: “Hmm.. boleh saya siap”
Cewek: “oh bagus kalau begitu. Nama saya Cewek”
Cowok: “karena saya sudah mengenal nama kamu. Mari kita ke KUA. Kita menikah sekarang”
Nah lho… bingung kan
Akhirnya setelah Gw cerna baik-baik pertanyaan itu, Gw jawab. “Aku masih berencana nikah 2 tahun lagi paling cepat”
Ini jawaban jujur guys. Gw sudah membikin plan dalam hidup Gw.
Tapi di kala yang sama, semua ketertarikan Gw terhadap perempuan itu sirna. Perempuan itu dangkal. Dan seberapa menariknya perempuan, kalau dia dangkal bagi Gw dia tidak cantik.