Arsip untuk September, 2009

Coklat bagi orang-orang sekitar saya

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Beberapa waktu lalu saya melakukan riset kecil-kecilan tentang pola konsumsi coklat di orang-orang sekitar saya.

Hal ini saya lakukan karena coklat adalah salah satu bahan makanan favorit untuk saya konsumsi. Baik dalam bentuk makanan atau minuman, sedangkan coklat dalam bentuk bahan tambahan untuk sebuah makanan saya tidak terlalu suka.

Dahulu saya percaya bahwa setiap orang pasti suka coklat, dan wanita adalah fans berat coklat.
Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan para wanita yang tidak menyukai coklat. Dan saya sangat terkejut, ternyata ada ya wanita yang tidak menyukai coklat. Wah salah dong Axe bikin produk parfum pria dengan tema coklat, pikir saya.

Dan saya pun melakukan riset iseng dan sederhana dengan cara mewawancara orang di sekitar saya maupun yang secara tak sengaja saya temui tentang bagaimana mengkonsumsi coklat.

Hasilnya ternyata orang-orang kebanyakan hanya menganggap coklat adalah makanan manis. Sangat sedikit orang yang dengan sadar mengkonsumsi coklat karena ingin merasakan efek-efek yang terkandung di dalamnya. Jadi dalam hal ini posisi coklat tak jauh beda dengan permen.

Penikmat coklat dalam bentuk minuman juga sangat sedikit. Di indonesia coklat sebagai minuman hangat nampaknya masih kalah populer dibandingkan dengan kopi.

Dan yang paling akhir, orang-orang yang paham betul tentang coklat ternyata sangat sedikit sekali. Bagaimana sejarah coklat, yang katanya pernah menjadi sajian khusus kerajaan di jaman Aztec. Tentang manfaat dari zat-zat yang terkandung dalam coklat dan efek yang ditimbulkan. Bagaimana coklat dari sebuah pohon bisa menjadi coklat batangan. Bahkan sampai jenis-jenis coklat hampir tak ada orang yang benar-benar tahu.

Entah kebetulan atau bukan, beberapa hari setelah saya selesai melakukan riset kecil-kecilan ini. Ada teman saya yang “membawa” banyak sekali coklat ke kantor dan terbentuklah budaya makan coklat setiap hari di kantor. Senang rasanya melihat orang mengkonsumsi coklat. Dan biarkan efek aphrodisiac mempengaruhi kami.

Yah setidaknya coklat bukanlah barang langka maupun barang terlarang di sini

Salah satu alasan pria tak suka masak

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Yang namanya orang pengen ngebantu harus difasilitasi. Gw suruhlah dia untuk memotong-motong cabe. Setelah Gw kasih petunjuk cara memotong yang benar, dia nampaknya mulai menikmati tugas memotong cabenya itu.

Namun malapetaka itu kemudian terjadi. Membuat trauma yang sangat mendalam. Yang mungkin membuat dia tak akan mencoba untuk membangtu memasak lagi.

Saat dia telah memotong sekian banyak cabe merah. Tiba-tiba dia pergi meninggalkan dapur. Selang beberapa saat dia kembali lagi ke dapur dan akan melanjutkan memotong cabenya.

Tapi dia merasakan hal yang aneh, “sgghh…. aduh…duh.. koq panas ya?” ujar dia.

Gw yang sedang mengolah bumbu yang lain bingung, “Apaan yang panas?”

“sgghhh ini gw, aduuuhh… paaannaaaasss…!!!” kata temen gw sambil menunjuk ke arah celananya tepat di antara kedua pahanya.

Langsung meledaklah tawa Gw, “hahahahhaaha..!!! Men, Lu habis kencing ya? Makanya klo kencing cuci tangan dulu. Kena cabe dari tangan lu tuh… hahahahahha”

Temen gw masih meringis kepanasan,”Trus gimana nih?”

“Udah cuci sana, trus ganti celana pendek biar sirkulasi udaranya lancar,… hahahahaha”

Langsung temen gw berlari ke kamar mandi dengan gaya jalan yang agak aneh hahahahahahha

Love is heaven and hell

September 12, 2009

Leo : Love is heaven and hell
Kako: where’s my heaven?
Leo : with me.
Kako: where’s my hell?
Leo : when we’re together
Kako:….

dikutip dari Mahadewa Mahadewi karya Nova Riyanti Yusuf

Memasak Sahur

September 4, 2009

Gw suka memasak. Karena memang itu hobi Gw yang sebenernya. Perihal Orang lebih mengira Gw hobi makan, sebenernya itu sekedar efek samping hobi Gw yang suka memasak, melihat orang masak, mengamati jenis-jenis masakan, sampai dimasakin orang. Yang ujung-ujungnya jadi laper dan sering makan deh hahahaha.

Di bulan puasa kali ini Gw sangat terfasilitasi untuk menyalurkan hobi Gw untuk memasak. Sudah seminggu ini tiap hari Gw memasak di rumah untuk makanan sahur anak-anak kontrakan.

Awalnya agak males juga. Tapi klo yang namanya Hobi ga ada kata males hahahaha…
Mulai dari Nasi Ayam siram, Tempe Mendoan, Ayam Bawang, Kare Ayam, Ikan Goreng, Sarden, Pizza Mie, Kentang Puree, Omelet Keju, Sop Ayam sampai Pancake sudah pernah dicoba…

Untuk rasa, awalnya gw tak peduli nantinya enak ato engga. Yang penting Gw doyan, eh ternyata tangepan dari anak-anak pada suka.. hahahahah seneng rasanya klo ada yang bilang. “Wah manteb Men..” ato “Kerasa banget nih bumbunya…”

Dan sekarang kayaknya anak-anak rumah sudah mulai terbiasa dengan masakan Gw. Selalu Gw bangun sahur awal atau dibangunkan terkadang, untuk mulai memasak. Serasa Bapak Rumah Tangga gini. hihihihihiihi…

Yah klo dipikir-pikir selain menyalurakan hobi dan bisa mengurangi stress, Gw percaya masak bisa mengurangi stress, banyak juga lho manfaat yang gw dapet.
- Ga perlu repot-repot beli makan di kala menjelang sahur, rumah Gw yang di ujung bukit Awi Ligar sangat jauh dari pusat jajanan manapun.
- Bisa mempelajari dan merasakan suka duka memasak. Dan jadinya bisa menghargai klo dimasakin istrinya kelak… cieeeee… hahahahaha jauh banget mikirnya hahahahaha
- Belanja bahan untuk memasak juga memberi manfaat tersendiri ternyata, selain bisa untuk alesan jalan-jalan dan cuci mata(karena kami selalu belanja di Griya hehehehehe). Ternyata belanja juga ada seni nya tersendiri.
- Dan dengan memasak sendiri bisa memutuskan pola makan yang diinginkan seperti apa. Misal hari ini ayam, besok sayur, besoknya lagi ikan, trus sayur lagi, trus protein nabati dan seterusnya. Wah bisa makin sehat nih :D

Hmm.. nanti masak apa ya? kayaknya Ayam Teriyaki aja deh hehehhehe…