Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

Holiday is just for loser

Oktober 12, 2009

Setelah berhasil melewati hari ini, Gw jadi teringat salah satu quote dalam film A Good Year yang dibintangi oleh Russel Crow. Quote yang sama dengan judul note Gw kali ini.

Hari ini adalah hari minggu, dan Gw tetep gawe ngurusin kerjaan kantor ampe sore. Begitu juga dengan sabtu kemaren, beban pekerjaan malah puncaknya pada sabtu kemaren.

Mungkin orang yang ngelihat Gw beranggapan bahwa Gw adalah orang yang workaholic. Gw jawab dengan tegas “Gw bukanlah seorang workaholic!!!”
Karena workaholic memiliki unsur konotasi bahwa seseorang tidak bisa melepaskan diri dari pekerjaannya. Dan ada kencenderungan addicted. Sedangkan Gw engga.

Gw sangat menikmati segala macam urusan yang gw kerjakan hari sabtu dan minggu ini. Gw memilih melakukan ini dengan sangat sadar dan ingin menantang diri Gw sendiri.
Mulai dari training untuk reporter baru, menyelenggarakan streaming video seharian acara ITB, memastikan video liputannya juga jalan. Bahkan Gw masih sempat bersenang-senang dengan teman yang datang dari Bogor.

Bisa saja Gw memilih untuk tetep libur, tapi itu berarti Gw menunda pekerjaan atau bisa jadi malahan menjadikan liburan sebagai pelarian Gw dari beban pekerjaan.

Sangat tidak mengenakkan rasanya, tidak menuntaskan urusan yang sebenernya bisa dikerjakan dan selesai saat itu juga.

Makanya saat orang-orang menanyakan, “koq minggu masih aja kerja, Mus?”

Dengan tulus Gw jawab, ” Holiday is just for loser.”

Dan kabar baiknya. Gw ampe 2 minggu yang akan datang sepertinya masih tidak berlibur. Gw sudah memiliki rencana melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat Gw sukai.

Yah hitung-hitung mumpung masih muda.. Mari terus berkarya

Coklat bagi orang-orang sekitar saya

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Beberapa waktu lalu saya melakukan riset kecil-kecilan tentang pola konsumsi coklat di orang-orang sekitar saya.

Hal ini saya lakukan karena coklat adalah salah satu bahan makanan favorit untuk saya konsumsi. Baik dalam bentuk makanan atau minuman, sedangkan coklat dalam bentuk bahan tambahan untuk sebuah makanan saya tidak terlalu suka.

Dahulu saya percaya bahwa setiap orang pasti suka coklat, dan wanita adalah fans berat coklat.
Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan para wanita yang tidak menyukai coklat. Dan saya sangat terkejut, ternyata ada ya wanita yang tidak menyukai coklat. Wah salah dong Axe bikin produk parfum pria dengan tema coklat, pikir saya.

Dan saya pun melakukan riset iseng dan sederhana dengan cara mewawancara orang di sekitar saya maupun yang secara tak sengaja saya temui tentang bagaimana mengkonsumsi coklat.

Hasilnya ternyata orang-orang kebanyakan hanya menganggap coklat adalah makanan manis. Sangat sedikit orang yang dengan sadar mengkonsumsi coklat karena ingin merasakan efek-efek yang terkandung di dalamnya. Jadi dalam hal ini posisi coklat tak jauh beda dengan permen.

Penikmat coklat dalam bentuk minuman juga sangat sedikit. Di indonesia coklat sebagai minuman hangat nampaknya masih kalah populer dibandingkan dengan kopi.

Dan yang paling akhir, orang-orang yang paham betul tentang coklat ternyata sangat sedikit sekali. Bagaimana sejarah coklat, yang katanya pernah menjadi sajian khusus kerajaan di jaman Aztec. Tentang manfaat dari zat-zat yang terkandung dalam coklat dan efek yang ditimbulkan. Bagaimana coklat dari sebuah pohon bisa menjadi coklat batangan. Bahkan sampai jenis-jenis coklat hampir tak ada orang yang benar-benar tahu.

Entah kebetulan atau bukan, beberapa hari setelah saya selesai melakukan riset kecil-kecilan ini. Ada teman saya yang “membawa” banyak sekali coklat ke kantor dan terbentuklah budaya makan coklat setiap hari di kantor. Senang rasanya melihat orang mengkonsumsi coklat. Dan biarkan efek aphrodisiac mempengaruhi kami.

Yah setidaknya coklat bukanlah barang langka maupun barang terlarang di sini

Salah satu alasan pria tak suka masak

September 12, 2009

Seperti biasa untuk urusan masak gw sangat antusias, dan menyebabkan temen gw juga pengen ikutan ngebantuin.

Yang namanya orang pengen ngebantu harus difasilitasi. Gw suruhlah dia untuk memotong-motong cabe. Setelah Gw kasih petunjuk cara memotong yang benar, dia nampaknya mulai menikmati tugas memotong cabenya itu.

Namun malapetaka itu kemudian terjadi. Membuat trauma yang sangat mendalam. Yang mungkin membuat dia tak akan mencoba untuk membangtu memasak lagi.

Saat dia telah memotong sekian banyak cabe merah. Tiba-tiba dia pergi meninggalkan dapur. Selang beberapa saat dia kembali lagi ke dapur dan akan melanjutkan memotong cabenya.

Tapi dia merasakan hal yang aneh, “sgghh…. aduh…duh.. koq panas ya?” ujar dia.

Gw yang sedang mengolah bumbu yang lain bingung, “Apaan yang panas?”

“sgghhh ini gw, aduuuhh… paaannaaaasss…!!!” kata temen gw sambil menunjuk ke arah celananya tepat di antara kedua pahanya.

Langsung meledaklah tawa Gw, “hahahahhaaha..!!! Men, Lu habis kencing ya? Makanya klo kencing cuci tangan dulu. Kena cabe dari tangan lu tuh… hahahahahha”

Temen gw masih meringis kepanasan,”Trus gimana nih?”

“Udah cuci sana, trus ganti celana pendek biar sirkulasi udaranya lancar,… hahahahaha”

Langsung temen gw berlari ke kamar mandi dengan gaya jalan yang agak aneh hahahahahahha

Love is heaven and hell

September 12, 2009

Leo : Love is heaven and hell
Kako: where’s my heaven?
Leo : with me.
Kako: where’s my hell?
Leo : when we’re together
Kako:….

dikutip dari Mahadewa Mahadewi karya Nova Riyanti Yusuf

Memasak Sahur

September 4, 2009

Gw suka memasak. Karena memang itu hobi Gw yang sebenernya. Perihal Orang lebih mengira Gw hobi makan, sebenernya itu sekedar efek samping hobi Gw yang suka memasak, melihat orang masak, mengamati jenis-jenis masakan, sampai dimasakin orang. Yang ujung-ujungnya jadi laper dan sering makan deh hahahaha.

Di bulan puasa kali ini Gw sangat terfasilitasi untuk menyalurkan hobi Gw untuk memasak. Sudah seminggu ini tiap hari Gw memasak di rumah untuk makanan sahur anak-anak kontrakan.

Awalnya agak males juga. Tapi klo yang namanya Hobi ga ada kata males hahahaha…
Mulai dari Nasi Ayam siram, Tempe Mendoan, Ayam Bawang, Kare Ayam, Ikan Goreng, Sarden, Pizza Mie, Kentang Puree, Omelet Keju, Sop Ayam sampai Pancake sudah pernah dicoba…

Untuk rasa, awalnya gw tak peduli nantinya enak ato engga. Yang penting Gw doyan, eh ternyata tangepan dari anak-anak pada suka.. hahahahah seneng rasanya klo ada yang bilang. “Wah manteb Men..” ato “Kerasa banget nih bumbunya…”

Dan sekarang kayaknya anak-anak rumah sudah mulai terbiasa dengan masakan Gw. Selalu Gw bangun sahur awal atau dibangunkan terkadang, untuk mulai memasak. Serasa Bapak Rumah Tangga gini. hihihihihiihi…

Yah klo dipikir-pikir selain menyalurakan hobi dan bisa mengurangi stress, Gw percaya masak bisa mengurangi stress, banyak juga lho manfaat yang gw dapet.
- Ga perlu repot-repot beli makan di kala menjelang sahur, rumah Gw yang di ujung bukit Awi Ligar sangat jauh dari pusat jajanan manapun.
- Bisa mempelajari dan merasakan suka duka memasak. Dan jadinya bisa menghargai klo dimasakin istrinya kelak… cieeeee… hahahahaha jauh banget mikirnya hahahahaha
- Belanja bahan untuk memasak juga memberi manfaat tersendiri ternyata, selain bisa untuk alesan jalan-jalan dan cuci mata(karena kami selalu belanja di Griya hehehehehe). Ternyata belanja juga ada seni nya tersendiri.
- Dan dengan memasak sendiri bisa memutuskan pola makan yang diinginkan seperti apa. Misal hari ini ayam, besok sayur, besoknya lagi ikan, trus sayur lagi, trus protein nabati dan seterusnya. Wah bisa makin sehat nih :D

Hmm.. nanti masak apa ya? kayaknya Ayam Teriyaki aja deh hehehhehe…

“Kamu sudah siap menikah, Mus?”

Agustus 30, 2009

“Kamu sudah siap menikah, mas?”

Apaa??? pertanyaan macam apa ini?

OK, Gw cowok usia matang. Berpenghasilan sendiri, dengan hidup yang cukup sejahtera, dan wajah rupawan tentunya hahahahahaha…..

Tapi apa hak dia memberikan pertanyaan itu? Dia bukan Ibu, sodara ato keluarga Gw.
Dia hanya seorang wanita menarik yang belum tentu cantik (bagi Gw menarik adalah tampak luar, cantik harus diselami luar dalam hiihihihihihihi….). Yang mampu mencuri perhatian mata Gw selama beberapa pertemuan, dan mendorong mulut Gw untuk melancarkan rayuan dan godaan. Yah hal wajar yang akan dilakukan seorang pria normal hehhehehee…

Dan tiba-tiba muncullah pertanyaan itu.
sejenak Gw berpikir, apa yang sebenarnya dia maksud dengan pertanyaan itu.
1. Dia tahu Gw tertarik dengan dirinya
Asyiikkkk, gayung bersambut
2. Dia ingin tahu niat Gw yang sebenarnya
Niat Gw adalah, ingin berkenalan lebih jauh dengan sosok perempuan menarik itu.
3. Dia hanya ingin didekati oleh Pria yang mau menikahinya
Gila apa? Mana ada orang yang langsung pengen menikah begitu melihat sekilas. Wah ini yang namanya budak nafsu.

Pernah Gw dikasih tahu ama temen, “Cewek itu suka yang aman, Mus. Bahkan ada iklan kondom pake quote ini kan”

Nah balik ke pembahasan yang no 3. Perempuan ini ingin memastikan dia membina hubungan dengan pria yang kelak akan dinikahinya.

Pernikahan bagi pria adalah sebuah komitmen yang sangat serius. Yang untuk menyatakan bahwa dia siap menikah, berarti sudah memiliki perencanaan yang matang. Termasuk mengenal calon istrinya terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukkan dalam perencanaannya itu.

Nah jika seorang perempuan, menanyakan komitmen pernikahan kepada pria pada saat belum saling mengenal dengan baik. Hal ini sama saja dengan mengajak sang pria untuk membuat komitmen instan. Tanpa perencanaan. Yang tinggal seduh, klo ga cocok tinggal buang.
Jadi di mana letak kondisi “aman” dari pertanyaan ini. Justru malah menjebak ke sesuatu yang berbahaya bagi mereka.

Analogi gampangnya gini:
Cowok: “Emm.. boleh kenalan? nama saya Cowok”
Cewek: “Saya hanya mau berkenalan dengan pria yang mengajak saya menikah. Bagaimana?”
Cowok: “Hmm.. boleh saya siap”
Cewek: “oh bagus kalau begitu. Nama saya Cewek”
Cowok: “karena saya sudah mengenal nama kamu. Mari kita ke KUA. Kita menikah sekarang”
Nah lho… bingung kan

Akhirnya setelah Gw cerna baik-baik pertanyaan itu, Gw jawab. “Aku masih berencana nikah 2 tahun lagi paling cepat”
Ini jawaban jujur guys. Gw sudah membikin plan dalam hidup Gw.

Tapi di kala yang sama, semua ketertarikan Gw terhadap perempuan itu sirna. Perempuan itu dangkal. Dan seberapa menariknya perempuan, kalau dia dangkal bagi Gw dia tidak cantik.

Persiapan Ceunah

Agustus 9, 2009

Ini beberapa tahun yang lalu….

Temen gw menghempaskan diri duduk di kursi sebelah gw yang sedang nonton TV. Sebuah kejadian biasa yang sehari-hari terjadi di kosan gw. Tapi perbincangan kami selanjutnya sungguh hal yang luar biasa, meskipun tak semenggemparkan berita pengeboman teroris, tapi cukup menggetarkan hati Gw.

“Mus, terakhir kita maen dulu itu kapan sih?” temen gw bertanya sesaat setelah duduk.

“Maen…? Maen PS? Tadi malem juga maen… Masih penasaran ceritanya. Tapi Gw lagi ga mood ah” Jawab gw ngasal sambil tetep megang remote dan ngeganti-ganti channel TV Kosan

“Ah sial.. bukan maen PS dodol. Kita jalan keluar malem itu kapan sih… Sabtu ato minggu sih..?” Ternyata dia sangat penasaran tentang sesuatu.

“Oh itu,.. waktu ama G**** dan K**** juga kan. Sabtu klo ga salah..” Gw masih agak-agak ngasal jawabnya.

“Ah yang serius dong, gw lagi ngitung-ngitung nih…” seraya tangan temen Gw menarik pundak Gw. Wah lagi minta diperhatiin nih anak.

“Lu kenapa sih..? bulanan lu telat ya.. hahahha…” Ok gw kasih dia perhatian, tapi tetep dengan bumbu becandaan tentunya..

“Enak aja. Gini Men, kan pas terakhir jalan itu Gw minum tuh. Nah sekarang gw sedang ngitung..” Emang temen gw yang satu doyan minum, tapi ga sampai jadi hobi pemabok hehehehe.. tapi menarik nih, ga biasanya dia concern ama hal ini. Biasanya maen tenggak aja nih anak. Tapi di luar itu dia temen yang baek, dan sampahnya lagi dia pinter banget cenderung jenius malah. Pernah dia suatu saat menjelang ujian, bukannya belajar, eh malah minum-minum. Tapi ujian keesokannya dia termasuk dalam 10% orang yang tertawa-tawa saat keluar ruang ujian.

“Ha ngitung apaan? Lu lagi kehabisan duit buat beli minuman ya.. udahlah… ga baek tuh minum-minum, tanya aja balita anak tetangga sebelah juga tahu Men. Hihihihihi”

“Iya.. mangkanya gw itungin sekarang. Klo hari sabtu, berarti pas hari Jum’at nanti pas 40 hari, sedangkan Klo kita jalan itu Minggu berarti Pas Jum’at nanti masih 39 hari…” Makin aneh nih temen gw, sedang mabok ga nih anak. Tapi perasaan klo dia minum ga pernah sampe mabok ah..

“Lu kayak dukun aja ngitungin hari, emang Jum’at ada apaan?” Penasaran bener Gw

“Men Jum’at 2 minggu lagi kan mulai puasa, Men. Katanya klo minum kan ga diterima ibadahnya 40 hari. Ya gw harus ngitung sekarang..” dia mengucapkan hal itu dengan nada yang datar dan wajar. Seolah kata-katanya keluar dari mulut seorang anak kecil.

JLEBBBB!!!

Ternganga seketika mulut Gw untuk sepersekian detik.. Kesambet malaikat dari mana nih anak. Sekaligus gw ngerasa malu, anak bengal dan tak beradab macam dia masih inget romadhon kapan mulai, sedangkan Gw yang lumayan beradab dan percaya Allah, lupa.

“Yah Gw mau persiapan aja sih. Gw pengen puasa Gw lengkap sekarang. Kebanyakan dosa nih, Gw kayaknya.”

JLEBBBB!!! JLEBBB!!!! Sekali lagi.. JLEBBBB!!!!

Tambah tersepetlah Gw. Gw yang selama ini merasa lebih beriman daripada dia, bahkan sama sekali ga mikir persiapan untuk menyambut Romadhon. Ahh… sumpah malu banget Gw malam itu…

“Emmmhh… Gw inget bener hari itu sabtu koq. Waktu itu Gw jalan ama kalian setelah nganterin F*** ke travel soalnya. Yakin Gw…” Itu jawaban Gw.

“Oh baguslah. Tenang Gw sekarang… Eh masjid di deket sini sebelah mana sih? Biar gw bisa scouting dulu tempat asyik buat tarawihnya” Dia bertanya lagi dengan polos.

“Hahaha.. itu masjid di bawah ada dibelakang rumah Pak RW, di atas juga ada tapi agak jauhan dikit. Mangkanya Jumatan Men…!!”

“Hahahaha.. iya ntar scoutingnya sekalian pas Jumatan”

Ini ‘Men Rule’, men

Agustus 9, 2009

“Ngapain sih lu susah banget diajak rapat sambil makan siang kemaren?” tanya temen sekantor gw, ke gw.

“Ooh gw tahu.. Lu makan siang dengan cewek mana lagi sekarang?” teman gw masih melanjutkan pertanyaan isengnya mengarah ke investigasi rupanya… hehehehe

Tapi gw hanya tertawa menyambut pancingannya, gw pengen maen save klo lagi ngobrol ama biang gosip a.k.a baligho berjalan semacam temen gw yang satu ini. Soalnya begitu keceplosan gw ama siapa. Bisa-bisa di hari itu 40% temen gw mendengar gosip tentang gw yang sedang deket ama siapa, padahal itu belum tentu benar.

“Ah klo udah untuk urusan cewek aja elu selalu bela-belain jungkir balik. Sama kayak temen kita ‘yang satu itu’, yang bela-belain ganti hape jadi BB kerena ada cewek yang dideketin pake BB juga, bahkan sampe dibela-belain jual E90 nya. Katanya Men Rule?.. men rule apaan tuh klo kayak gitu?”
nah nampaknya pancingannya sudah gagal dan dia berganti topik, tentang ‘men rule’ hihihihi

Baru gw merasa save dan unjuk bicara…
“Wah beda Bos, ini tahapan dalam rangka mencapai men rule.” tanggepan gw untuk menyemarakkan obrolan siang tak penting ini

“Sama aja.. Kalian aja yang selalu manas2in Gw. men rule.. men rule.. ah apaan..”

Geli gw ngeliat dia bicara sangat emosional tentang topik ini. Kayaknya dia sangat tertekan dengan cap pria yang tak bisa menegakkan ‘Men Rule’

“Gini bos, yang gw lakuin ama temen kita ‘yang satu itu’ adalah tahap awal. Analoginya men rule itu seperti pegang stir mobil. Nah supaya bisa duduk enak, kan jok mobilnya musti disesuaiin dulu tuh maju-mundurnya. Baru pegang setir, itu men rule” terlontarlah seketika analogi ini di kepala gw

“Nah klo untuk elu yang sudah berumah tangga. Gw ga tahu … hahahahha” lanjut gw dengan sedikit bercanda..

Terlepas dari obrolan yang tak penting kami. Sebenernya istilah ‘men rule’ mulai populer sejak temen gw yang gw panggil dengan panggilan ‘bos’ menikah.
Saat itu sebelum menikah ada anak kantor yang bilang ke dia
“Pokoknya ingat.. Men rule, men!”
yaahh sebuah pesan yang biasa yang ditujukan bagi orang pertama yang menikah diantara teman sekantor hahahaha..

Tak pernah ada yang menjelaskan secara jelas deskripsi men rule sebenernya. Nampaknya perjalan waktu yang membuat dia mendeskripsikan sendiri makna ‘men rule’. Dan yang jelas dia nampak terbebani dengan deskripsi itu hahahaha…

wahaii para lelaki…MARI TEGAKKAN ‘MEN RULE!!!” hahahahahaha….

Telefon dari masa lalu

Agustus 9, 2009

RRRRR……
Hape Gw bergetar di atas meja kamar Gw.
Hemmm 0813******, ga ada dalam list phonebook Gw. Ah paling urusan kerjaan.

“Halo, Asalamuaikum…” ini cara standar Gw untuk menyapa nomor-nomor tak dikenal. Tak lupa ditambahi salam biar terkesa alim dan sopan hahahahaha
“Wah udah tobat rupanya, pake asalaamualaikum segala..hihihihi..” Sahut suara merdu seorang wanita di telefon. Suaranya merdu tapi jawabannya sengak gini?
Langsung aja Gw tanya, Gw agak males dengan telefon dari noemer tak dikenal sebenernya. Tapi suara merdu ini nampaknya bisa ditolerir
” emmm… ini siapa ya?”
“Ya ampuunn.. Kmu lupa ama suara aku? dasar ya cowok emang gitu. Ini aku Dewi”
hmmm Dewi.. nama yang umum.. ntar.. yang mana ya?
“Dewii..? Ohh Dewi.. wah apa kabar Kmu?”
Sebenernya Gw masih lupa-lupa inget di bagian ini. Dewi yang mana ya? Banyak temen gw yang namanya Dewi.
“Parah kmu Prim, lupa ama aku yang dulu nyaris kamu nikahi…”
Kalimat terakhir itu langsung membawa pikiran Gw melayang. Membayangkan seorang perempuan periang cenderung gila, bermata agak sipit dan berparas cantik. Hanya ada satu wanita yang ingin Gw nikahi saat Gw berumur 17.
“Aku minggu depan mau ke Bandung, pas ama hari ulang tahun ku yang ke 24. Aku mau menagih sesuatu yang pernah kamu janjikan 7 tahun yang lalu hahhaha. Aku harap kamu masih ingat, awas kalau lupa…”
Belum selesai pikiran Gw melayang untuk mengingat hal-hal yang dulu pernah kami lakukan, terbuyarkan oleh kalimat lanjutan dari wanita itu.
“emm.. yah.. Ok..Ayo ajah ke bandung Aku siap menyambut koq”
Gilaaa apa ya yang pernah Gw janjiin ke ni cewek, Gw udah lupa..
“Beneran?… asyiiikk.. Aku kirain kmu pasti berkelit pas aku tagih janji itu”
Nah lo… Kenapa dia mengira Gw bakal berkelit? Masak Gw pernah menjanjikan hal yang tidak-tidak ke dia
“eh udah dulu ya, ntar kita lanjutin telfonnya. Temen ku udah ngajak jalan dulu. Dagh Primuss”
Haaaa… tiba-tiba diputus aja telfonnya.
Siaal tuh cewek. Sebenernya yang jadi kepikiran adalah tentang janji Gw sih. Kira-kira apa ya? Koq bisa lupa sama sekali gini…
Jadi nyesel Gw dulu ga sering minum Cerebrovit.. hahahaha
ah bodo ah

Kapsul Waktu dan 4 Anak Kecil

Agustus 9, 2009

Di bawah sinar rembulan, nyaris tengah malam. Dito mulai mengayunkan cangkulnya mantap namun berusaha agar tak berisik. “ssssstttttt…!!!” hampir bersamaan Sidik dan Bagus kembali mengingatkan agar mereka menggali lubang itu tak berisik.
“Ntar kakeknya Bagus bangun…” kata Sidik lagi..
Sementara Bram hanya cengar-cengir melihat kelakuan teman-temannya.

Malam itu, 16 Juli 2009, kemungkinan adalah malam terakhir keempat anak kecil itu bisa berkumpul sampai satu tahun ke depan.
Bram, si anak paling lurus dan soleh di antara keempatnya, dikirim untuk belajar di tanah rantau.
Mereka sehabis menghadiri acara selamatan dalam rangka menghantar kepergian Bram ke tanah rantau.
Tiba-tiba Dito, yang katanya banyak akal sekaligus bengal, punya ide untuk melakukan hal itu.
Sidik, anak paling pinter dan pemikir, menyetujuinya.
Bagus yang paling cekatan dan terampil, segera mengamininya dan mengusulkan untuk melakukan hal itu di kebun kakeknya

Hal itu adalah cara keempat anak kecil itu untuk tidak mau mengakui kekalahan kepada sang waktu. Bahwa mereka tak ingin terpisahkan barang setahun saja. Sebuah pertemanan yang mengharukan.
Dan mereka pun membuat sebuah Kapsul Waktu.
Ya.. Kapsul Waktu.. Sebuah toples selai yang mereka isi dengan 4 buah kertas. Kertas yang oleh masing-masing anak dituliskan tentang “Akan menjadi apa teman-teman mereka dalam satu tahun mendatang?”

Kertas itu digulung, dimasukkan toples yang lalu penutupnya diputar serapat-rapatnya oleh Dito yang berbadan paling besar. Lalu mereka masukkan ke dalam lubang yang mereka gali secara bergantian tadi.
Lubang itu terletak diantara pohon cengkeh dan pohon mangga, di sebuah kebun angker milik kakek Bagus. Yang kata anak-anak kampung jadi sarang kalong wewe.
Tapi malam itu mereka berempat mengusir ketakutan tadi, lagi-lagi sebagai bukti mereka berempat siap menghadapi satu tahun untuk berpisah.

Hanya mereka berempat yang tahu posisi persis Kapsul Waktu itu. Dan hanya masing-masing dari mereka yang tahu betul isi tulisan di tiap kertas. Karena mereka sepakat tak saling memperlihatkan, hingga tiba waktunya.

Paling cepat satu tahun mendatang, saat takdir mengijinkan mereka berkumpul kembali berempat. Dan mereka akan membawa diri mereka yang berwujud ’sesuatu’ di satu tahun mendatang. Apakah sesuai dengan tulisan di kertas-kertas itu?

Akupun tak tahu. Semoga harapan mereka tentang teman-temannya akan terwujud yang terbaik. Saat mereka menggali nya 1 tahun yang akan datang, itu yang paling cepat.

———————————————————–

* dipersembahkan untuk seorang teman yang akan pergi setahun ke depan

* serta teman-teman pejuang mimpi yang begitu saja meyakini ide gila Gw malam itu

* tak lupa untuk Tuhan sang penguasa waktu yang mengatur pertemuan dan perpisahan kami